Pemeriksaan medis lanjutan terhadap Febiona Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi di Kabupaten Karo yang dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah insiden keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menunjukkan aktivitas listrik saraf otak dalam batas normal.
Hasil tersebut diperoleh dari pemeriksaan Electroencephalography (EEG) yang telah dijalankan sebanyak dua kali di dua rumah sakit berbeda. Kendati hasil rekam gelombang otak terpantau normal, tim medis RSUP H Adam Malik Medan masih terus memantau kondisi Febiona lantaran sejumlah keluhan fisik masih dirasakan oleh pasien.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Respons Keluarga
Febiona awalnya mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG di sekolahnya pada 13 Agustus lalu. Setelah lebih dari tiga pekan berpindah-pindah rumah sakit, keluarga melaporkan siswi kelas XI tersebut mengalami kesulitan berbicara hingga hilang ingatan. Hingga kini, Febiona telah menjalani pengobatan rawat jalan sebanyak tiga kali di RSUP H Adam Malik Medan.
Nekat Tempel 10 Kg Emas di Tubuh, WNA China Ditangkap di Bandara Bali

Ibu Febiona, Elvinus Lusiana Sitanggang, mengungkapkan bahwa pihak keluarga belum menerima dokumen fisik hasil pemeriksaan EEG dan hanya memperoleh penjelasan secara lisan. Menurut Elvinus, putrinya masih kerap mengalami muntah dan sempat mengalami kejang sebelum diberikan obat antikejang. Merasa belum memperoleh kejelasan atas kondisi anaknya, pihak keluarga berencana menempuh jalur pengobatan alternatif.
Penjelasan Dokter dan Pemerintah Daerah
Tim dokter di RSUP H Adam Malik Medan saat ini belum menetapkan diagnosis akhir maupun memastikan penyebab pasti dari penurunan kondisi kesehatan Febiona karena rangkaian pemeriksaan masih berlangsung.
Video Ceramah Tuai Kecaman, Abah Setu Minta Maaf

Di tingkat pemerintahan, Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima laporan tertulis resmi dari RSUP H Adam Malik terkait perkembangan klinis terkini siswi tersebut. Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa rangkaian evaluasi medis komprehensif tetap diperlukan untuk memastikan apakah gangguan yang dialami Febiona bersumber dari sistem saraf, saraf otonom, atau faktor medis lainnya.






