Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan belum menemukan tanda-tanda keberadaan lima jurnalis yang hilang kontak di kawasan Pulau Sertung saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pemantauan visual menggunakan teropong ke arah Pulau Sertung sejauh ini belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan bersama nelayan setempat sebenarnya telah berupaya menyisir dan mendarat di pulau-pulau sekitar gunung api tersebut.
Kendati demikian, penyisiran darat secara langsung di Pulau Sertung belum dapat dilaksanakan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan zona tersebut berbahaya karena berada di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.
Pencarian Terkendala Asap Tebal
Selain memantau perairan sekitar Pulau Sertung, Basarnas memperluas area operasi ke Pulau Sangiang. Operasi pencarian mengerahkan Kapal Negara Search and Rescue (KN SAR) Tetuka serta menerbangkan pesawat nirawak (drone).
WN Palestina Pengungsi UNHCR Promosikan Paket Wisata Ditangkap di Bali

Upaya pemantauan udara tersebut masih menghadapi hambatan cuaca dan lingkungan di lapangan. Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan perairan membuat jarak pandang terbatas, sehingga kamera drone belum mampu mendeteksi keberadaan para korban secara optimal.
Untuk menjaga keselamatan tim pencari di tengah dinamika vulkanik dan cuaca Selat Sunda, Basarnas terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait. BMKG dan PVMBG memperbarui informasi mengenai perkembangan cuaca dan status aktivitas gunung setiap jam.
Kronologi Hilang Kontak
Kelima pewarta foto dan video tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9). Rombongan berangkat dari kawasan Carita menumpangi sebuah speedboat menuju perairan Selat Sunda guna meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Bak "Sungai Api", Potret Gunung Bromo Kembali Terbakar

Selain lima jurnalis, kapal motor cepat tersebut membawa tiga orang lainnya, yakni seorang nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu lokal.
Identitas lima jurnalis yang masih dalam pencarian meliputi: - Muhammad Bagus Khoirunas (Antara) - Arie Basuki (Merdeka) - Donal Husni (fotografer lepas) - Yudhistira (iNews) - Daus (Anadolu)






