Otoritas Nepal secara resmi memperbarui data terkait korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah Nepal pada Rabu (26/8). Berdasarkan laporan yang dihimpun tim penyelamat melalui AFP, jumlah korban jiwa akibat bencana alam tersebut kini telah mencapai 797 orang, sementara 3.048 orang lainnya masih dinyatakan hilang atau belum diketahui keberadaannya.
Dalam pembaruan data yang diumumkan pada hari Minggu, otoritas Nepal mencatat sebanyak 1.910 orang hilang di wilayah kekuasaannya. Dari total data korban hilang di Nepal tersebut, sebanyak 562 orang dilaporkan belum ditemukan di wilayah Rasuwa, yang tercatat sebagai daerah dengan dampak kerusakan paling parah. Selain warga lokal, otoritas setempat mengonfirmasi bahwa ada 592 warga negara asing yang turut menjadi korban dan keberadaannya masih belum diketahui.
Kim Jong Un Tunjuk Kim Song-gi sebagai Menteri Pertahanan Baru Korea Utara

Dampak di Wilayah China dan Operasi Penyelamatan
Dampak banjir bandang ini juga meluas hingga ke wilayah perbatasan China. Berdasarkan pemberitaan media pemerintah China, bencana tersebut telah menewaskan 16 warga negara China, sedangkan 546 orang warga lainnya masih dinyatakan hilang.
Jejak Pelarian Encek, Napi Kabur yang Kendalikan Peredaran Sabu Lintas Negara

Operasi pencarian dan evakuasi para korban terus dilakukan di kawasan terdampak. Pada Jumat (28/8/2026), alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup longsoran dan material banjir di Gyirong, Shigatse, Daerah Otonom Tibet, China. Pembukaan jalur darat ini dilakukan demi memperlancar jalannya operasi penyelamatan dan mobilisasi tim evakuasi di lapangan.






