Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un resmi menunjuk Kim Song-gi sebagai menteri pertahanan baru menggantikan No Kwang-chol. Keputusan pergantian pucuk pimpinan militer ini ditetapkan dalam pertemuan kedua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea kesembilan yang dipimpin langsung oleh Kim Jong Un.
Sebelum dipercaya mengemban tugas sebagai menteri pertahanan, Kim Song-gi tercatat menduduki jabatan penting sebagai direktur biro politik militer. Di sisi lain, pejabat menteri pertahanan sebelumnya, No Kwang-chol, dialihkan tugasnya untuk menempati posisi senior di Departemen Industri Amunisi.
Menurut pemberitaan media The Korea Herald, restrukturisasi di tubuh militer ini merupakan bagian dari langkah terencana Kim Jong Un guna mempercepat modernisasi kekuatan militer serta memperketat kedisiplinan di seluruh tingkatan angkatan bersenjata Korea Utara.
Rusia Umumkan Rencana Gempur Habis Fasilitas Energi Ukraina

Kembalinya Pak Jong-chon ke Pucuk Militer
Selain pergantian menteri pertahanan, forum rapat tersebut turut menandai kembalinya figur militer veteran Pak Jong-chon ke jajaran elite kekuasaan pertahanan Korea Utara. Pak Jong-chon resmi diangkat sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat Partai Pekerja Korea setelah kembali terpilih menjadi anggota Komite Pusat dan Politbiro partai.
Sebelumnya, perjalanan karier Pak Jong-chon sempat mengalami penurunan ketika ia mengundurkan diri dari kursi Politbiro dan posisi sekretaris partai. Ia juga sempat dicopot dari posisinya sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat pada Februari lalu sebelum akhirnya kembali dipercaya menempati posisi strategis tersebut.
Bakal Ada Negara Baru Dekat RI, Mau Merdeka pada 2030

Apresiasi untuk Pengembang Senjata Tempur
Dalam agenda penguatan sektor pertahanan nasional, kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Kim Jong Un juga menggelar pertemuan langsung dengan kalangan ilmuwan, peneliti, dan pejabat dari lembaga penelitian pertahanan utama negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kim Jong Un memberikan penghargaan negara atas kontribusi dan keberhasilan mereka dalam mengembangkan sistem senjata tempur baru serta menyempurnakan performa teknologi persenjataan yang ada. Kim Jong Un pun secara khusus menyampaikan pujian tinggi kepada para peneliti pertahanan tersebut dengan menyebut mereka sebagai "para patriot dan pahlawan terhebat".






