Rencana pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali bergulir. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merencanakan pengecualian bagi kelompok masyarakat berpenghasilan atas agar tidak lagi membeli Pertalite. Kebijakan ini secara spesifik menyasar masyarakat yang berada di kelompok pendapatan desil 9 dan desil 10, dengan rencana penerapan yang akan dilakukan secara bertahap.
Langkah tersebut memicu pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai apa sebenarnya makna desil dalam konteks ekonomi sosial dan bagaimana sebuah keluarga bisa dikategorikan ke dalam desil 9 maupun 10.
Apa Itu Desil dan Makna Posisi Relatif Rumah Tangga?
Desil merupakan sistem pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga yang membagi populasi ke dalam sepuluh tingkatan. Rentang klasifikasi ini dimulai dari desil 1 untuk kategori keluarga paling tidak mampu, hingga desil 10 untuk kategori keluarga paling sejahtera.
Secara statistik, desil bukan merupakan label kelas kekayaan yang mutlak, melainkan cerminan posisi relatif suatu rumah tangga di dalam sepuluh kelompok kesejahteraan tersebut. Berada di desil 10 berarti posisi rumah tangga tersebut menempati peringkat 10 persen teratas dalam distribusi kesejahteraan nasional, bukan secara otomatis tergolong sangat kaya.
Penghitungan dan penetapan desil tidak menggunakan nominal pendapatan tertentu atau angka batas pasti. Sistem ini tidak semata-mata melihat slip gaji atau angka pemasukan bulanan, melainkan mengukur kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh.
Mutasi Polri, Hengki Haryadi Jadi Kapolda Papua Barat Daya

Variabel Penentu dan Karakteristik Desil 9 dan 10
Penentuan posisi desil sebuah keluarga dihitung melalui 39 variabel sosial ekonomi. Seluruh variabel tersebut dikelompokkan ke dalam dua ranah, yaitu 13 variabel di tingkat individu dan 26 variabel di tingkat keluarga.
Faktor-faktor yang dinilai mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari, antara lain:
- Jenis pekerjaan
- Jenjang pendidikan
- Kondisi fisik rumah tinggal
- Akses dan daya listrik
- Fasilitas sanitasi
- Kepemilikan aset
- Tingkat pengeluaran rumah tangga
Berdasarkan pengelompokan tersebut, keluarga yang masuk ke dalam kategori sejahtera鈥攜ang berada di rentang desil 6 hingga 10鈥攗mumnya memiliki ciri kepemilikan aset yang lebih banyak, kondisi rumah tinggal yang lebih layak, serta tingkat pendidikan dan pekerjaan yang lebih tinggi dengan jumlah anggota keluarga yang relatif sedikit.
Sebaliknya, kelompok desil 1 hingga 5 mencakup masyarakat tidak mampu yang umumnya hanya memiliki sedikit atau tanpa aset, tingkat pendidikan dan pekerjaan yang lebih rendah, serta menanggung jumlah anggota keluarga yang lebih banyak.
Prabowo Terbang Lagi ke Jombang untuk Penutupan Muktamar NU

Manfaat Data Desil bagi Kebijakan dan Warga
Klasifikasi berbasis desil memegang peran krusial dalam perumusan kebijakan publik, baik bagi pengambil kebijakan maupun penerima manfaat.
Bagi pemerintah, data desil berfungsi sebagai:
- Acuan prioritas untuk menyalurkan bantuan sosial agar tepat sasaran.
- Instrumen efisiensi anggaran negara melalui pengalokasian yang efektif guna meminimalkan risiko salah sasaran.
- Landasan utama dalam pengambilan kebijakan subsidi energi dan bantuan lainnya.
Sementara bagi masyarakat, sistem desil ini memberikan kejelasan untuk mengetahui peluang dalam memperoleh program bantuan pemerintah. Kriteria terukur ini juga mendorong transparansi data sehingga publik dapat memahami alasan objektif di balik pemberian bantuan atau subsidi kepada kelompok tertentu.






