Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali bertolak menuju Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8) guna menghadiri penutupan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Kehadiran ini menjadi kali kedua Prabowo melawat ke arena muktamar setelah sebelumnya hadir membuka rangkaian agenda akbar tersebut pada Jumat (27/8).
Prabowo bersama rombongan terbatas dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Juanda, Kabupaten Sidoarjo, sekitar pukul 09.30 WIB. Dari bandara, perjalanan berlanjut menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas di Jombang. Sejumlah pejabat tinggi turut mendampingi penerbangan Presiden ke Jawa Timur, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Saat memberikan sambutan pada pembukaan muktamar pekan sebelumnya, Prabowo menegaskan posisi historis NU dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Kepala Negara bahkan menyampaikan pengakuan bahwa dirinya tidak akan pernah menjadi Presiden tanpa sokongan dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.
Tiba di Penutupan Muktamar NU, Prabowo Disambut Gus Kikin dan Rais Aam

Hasil Muktamar: Gus Kikin Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU
Penutupan muktamar kali ini menyusul rampungnya proses pemilihan pucuk pimpinan ormas Islam terbesar tersebut. Muktamar Ke-35 NU secara resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031.
Penetapan Gus Kikin berlangsung melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Langkah itu diambil setelah ia memperoleh restu tertulis dari Rais Aam terpilih serta mengantongi suara terbanyak dari para muktamirin pada Sidang Pleno V.
Dalam penjaringan lima nama teratas bursa calon Ketua Umum PBNU, Gus Kikin memimpin perolehan dengan 472 suara. Di bawahnya berturut-turut adalah KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Sochib dengan 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf dengan 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin yang meraih 155 suara.
Aktor Revaldo Ditahan Usai Kembali Terjerat Kasus Narkoba

Pengesahan kepemimpinan dilakukan dalam rapat tertutup anggota AHWA di Ndalem Kasepuhan yang berlangsung pukul 06.20 WIB hingga 07.00 WIB. Berita acara penetapan ditandatangani oleh sembilan kiai anggota AHWA, yaitu KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar (yang juga ditetapkan sebagai Rais Aam terpilih), KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj, dan KH Abun Bunyamin.
Sosok Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 dan merupakan cicit pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari. Di luar kiprah organisasinya, Gus Kikin aktif sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan sang paman, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), yang berpulang pada tahun 2020.






