PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatatkan akselerasi pertumbuhan bisnis yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Penyaluran kredit perseroan melaju kencang hingga menyentuh pertumbuhan dua digit di tengah ekspansi aset dan penguatan struktur pendanaan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa berbagai indikator kinerja keuangan entitas bergerak ke arah yang positif hingga semester I 2026. Penyaluran kredit dan pembiayaan secara konsolidasian di BRI Group tercatat mencapai Rp1.646 triliun, melesat 16,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Akselerasi pembiayaan tersebut turut mendorong pertumbuhan neraca keuangan secara keseluruhan. Total aset BRI tercatat tumbuh 11,7 persen yoy pada periode yang sama, mengiringi ekspansi portofolio pinjaman yang disalurkan ke berbagai segmen usaha.
BRImo Makin Ramai, Transaksi Melesat & Dana Murah BRI Menguat

Struktur Pendanaan dan Efisiensi Dana Murah
Dari sisi penghimpunan dana, BRI mengumpulkan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.581 triliun pada semester I 2026, atau meningkat 6,7 persen yoy. Komposisi pendanaan tersebut ditopang oleh pertumbuhan dana murah (Current Account Saving Account/CASA) yang naik sekitar 10,1 persen yoy.
Pertumbuhan dana murah tersebut membuat rasio CASA BRI terkerek ke level 67,6 persen. Peningkatan porsi dana murah ini memberi dampak langsung pada efisiensi operasional perbankan, terutama dalam pengelolaan beban bunga.
Penguatan struktur CASA berhasil menekan biaya dana atau cost of fund (CoF) perseroan secara substansial. Tingkat cost of fund BRI tercatat meluncur turun ke kisaran 2,4 persen, membaik dibanding posisi 3,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Nasib IHSG dan Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi hingga Rebalancing MSCI

Penguatan Portofolio Bisnis Baru
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan, manajemen BRI terus membidik peluang pendapatan dari sumber-sumber baru. Perseroan memperluas penetrasi pasar guna memperkuat basis nasabah sekaligus memperbesar perolehan dana murah dan pendapatan berbasis komisi.
Hery memaparkan bahwa perseroan berfokus menangkap potensi bisnis baru melalui akselerasi akuisisi payroll serta perluasan layanan bullion di lingkungan Bank BRI Group. Langkah diversifikasi layanan ini diarahkan untuk memperkokoh ekosistem perbankan perseroan dan mempertahankan kinerja intermediasi di paruh kedua tahun 2026.






