PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan akselerasi transaksi digital dan penguatan struktur pendanaan sepanjang semester I-2026. Penguatan ekosistem digital perseroan menjadi penopang utama pertumbuhan volume transaksi sekaligus mendorong penghimpunan dana murah (CASA).
Aplikasi perbankan digital BRImo mencatatkan pengguna aktif (active users) sebanyak 22,4 juta hingga paruh pertama 2026. Dari basis pengguna tersebut, volume transaksi finansial yang diproses mencapai 3,3 miliar transaksi dengan total nilai transaksi menembus Rp4.166 triliun.
Kinerja transaksi nontunai BRI juga terdorong oleh penetrasi QRIS di segmen merchant. Volume penjualan per merchant atau per gerai meningkat 53,8% menjadi Rp13,4 juta per bulan. Secara keseluruhan, nilai transaksi QRIS BRI tumbuh 86% secara tahunan (yoy) menjadi Rp583,4 miliar.
Nasib IHSG dan Rupiah Saat Investor Pantau Inflasi hingga Rebalancing MSCI

Peran Jaringan Agen dan Pertumbuhan CASA
Selain kanal aplikasi, jaringan AgenBRILink turut berkontribusi terhadap perputaran dana di segmen ritel dan mikro. Volume transaksi melalui jaringan keagenan ini tercatat mencapai Rp841 triliun pada semester I-2026. Aquarius Rudianto mencatat bahwa dari aktivitas transaksi AgenBRILink tersebut, pendapatan berbasis komisi (fee income) tumbuh 16,3% yoy menjadi Rp915,7 miliar.
Peningkatan transaksi pada kanal-kanal tersebut memberikan dampak langsung terhadap struktur simpanan nasabah. Total dana pihak ketiga (DPK) BRI per semester I-2026 mencapai Rp1.581 triliun, naik 6,7% yoy. Di dalam struktur simpanan tersebut, komponen dana murah atau CASA tumbuh lebih pesat sekitar 10,1% yoy, sehingga rasio CASA BRI naik menjadi 67,6%.
CASA Makin Gemuk, Biaya Dana BRI Turun Signifikan

Kenaikan porsi dana murah berhasil menekan beban bunga perseroan. Biaya dana atau Cost of Fund (CoF) BRI pada semester I-2026 berada di kisaran 2,4%, membaik dibandingkan posisi periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3,4%. Di sisi lain, margin bunga bersih (NIM) perseroan tercatat di level 6,4%, mengalami penyesuaian dari posisi 6,58% pada semester I tahun lalu.
Dengan perolehan efisiensi biaya dana dan pertumbuhan pendapatan transaksi, BRI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp31,2 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut naik 17,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.






