berputar.id
BerandaNewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPopuler
Beranda/Ekonomi

BEI Bicara Dampak Karhutla ke Lantai Bursa dan Pasokan Unit Karbon

Ance RundenganDiterbitkan 31 Agu 2026 - 05.16 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BEI Bicara Dampak Karhutla ke Lantai Bursa dan Pasokan Unit Karbon
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melahap puluhan ribu hektare kawasan hutan di sejumlah wilayah, khususnya Pulau Kalimantan, memicu perhatian pelaku pasar modal terhadap kelangsungan aset hijau. Menanggapi situasi tersebut, pihak bursa memberikan penjelasan terkait pengaruh kerusakan lahan terhadap perdagangan karbon terdaftar.

Dalam penjelasannya mengenai BEI bicara dampak karhutla ke lantai bursa, otoritas pasar modal membedakan antara ketersediaan aset yang sedang diperdagangkan saat ini dengan potensi pasokan kredit karbon untuk periode mendatang.

Mengapa Karhutla Berpengaruh terhadap Pasokan Karbon Masa Depan?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa mekanisme perdagangan karbon di pasar modal beroperasi dengan skema vintage. Artinya, unit karbon yang diperjualbelikan di bursa merupakan kredit yang telah dihasilkan dan diverifikasi dari kinerja penyerapan emisi pada periode waktu tertentu sebelumnya.

Karena perdagangan berjalan berbasis vintage, insiden kebakaran hutan yang terjadi saat ini tidak langsung menghentikan unit yang sudah terbit. Namun, terbakarnya tutupan hutan berisiko memangkas kemampuan kawasan dalam memproduksi unit karbon baru.

Jeffrey Hendrik mengungkapkan bahwa ketersediaan unit karbon yang tercatat di Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) maupun yang diperdagangkan di bursa ke depan berpotensi terpengaruh oleh berkurangnya luasan tutupan vegetasi akibat kebakaran. Kendati demikian, BEI mencatat belum ada dampak signifikan yang terlihat langsung pada aktivitas transaksi berjalan saat ini. Pengukuran dampak riil kebakaran terhadap cadangan karbon nantinya akan dihitung secara resmi oleh lembaga yang berwenang.

Baca Juga

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Sejauh ini, volume perdagangan di bursa karbon telah mencatatkan volume 1,9 juta ton CO2e. Nilai total transaksi dari perdagangan tersebut mencapai Rp 93,8 miliar, yang melibatkan 10 proyek dan 159 entitas pengguna jasa.

Bagaimana Integrasi Bursa dengan Sistem Registri Pemerintah?

Perdagangan karbon di pasar modal tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan sistem milik pemerintah. BEI beroperasi melayani perdagangan karbon di pasar sekunder, sementara pencatatan dasar dan validasi unit menginduk pada Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) yang diluncurkan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Integrasi antara bursa dan SRUK dirancang guna memperkuat tata kelola perdagangan karbon nasional. Langkah ini ditujukan untuk mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca sekaligus membuka ruang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kemenhut juga telah meresmikan Indonesia Forestry Carbon Hub sebagai pusat perdagangan karbon sektor kehutanan nasional. Merujuk pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026, tercatat setidaknya empat proyek kehutanan yang terdaftar dalam hub tersebut, yaitu:

Baca Juga

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat
  • PT Global Alam Lestari melalui Sumatra Merang Peatland Project (ID 1899)
  • PT Rimba Makmur Utama melalui Katingan Peatland Restoration and Conservation Project (ID 1477)
  • PT Mohairson Pawan Khatulistiwa melalui The Mayas Project (ID 3591)
  • Perdagangan karbon berbasis masyarakat di bentang alam Bujang Raba, Jambi, di bawah binaan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi

Penegakan Sanksi Kemenhut terhadap Perusahaan Karhutla

Di saat ekosistem pasar karbon berupaya menjaga integritas pasokan unit, Kemenhut memperketat pengawasan terhadap konsesi yang mengalami kebakaran. Per 25 Agustus 2026, Kemenhut menjatuhkan sanksi terhadap enam perusahaan yang terbukti mengalami karhutla di wilayah Kalimantan.

Total luas areal yang terbakar pada enam konsesi yang disanksi tersebut mencapai 1.511,55 hektare. Rincian luasan area terbakar berdasarkan hasil pengawasan pemerintah meliputi:

  • PT WEL di Kalimantan Barat seluas 760,51 hektare
  • PT MPK di Kalimantan Barat seluas 394,83 hektare
  • PT WSP di Kalimantan Barat seluas 107,70 hektare
  • PT FI di Kalimantan Barat seluas 95,87 hektare
  • PT PSR di Kalimantan Timur seluas 82,26 hektare
  • PT NES di Kalimantan Tengah seluas 70,38 hektare

Langkah penegakan sanksi ini menjadi bagian dari pengawasan ketat pemerintah di lapangan, sementara pelaku pasar modal terus memantau penghitungan resmi dari otoritas terkait guna memastikan keberlanjutan pasokan unit karbon di pasar sekunder.

Sumber: Detik

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KarhutlaBursa Efek IndonesiaKementerian Kehutanan

Berita Terbaru Lainnya

Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak MenguatRekomendasi Saham Hari Ini, INCO, MITI, hingga DPUMDaryono Gempa Pangalengan Bukan Pertanda Pasti Adanya Gempa BesarSebulan Gempa NTT, Warga Palue Masih Tinggal di PengungsianRSCM, Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi OtakMenguak Misteri Keberadaan Nusron Usai KPK OTT Kasus HGB SummareconPurbaya Jadi Menkeu Setahun, Berapa Uang Pensiunnya?

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

Olahraga

Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?

2 Sep 2026

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

Teknologi

Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian Komdigi

25 Agu 2026

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

Nasional

Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 Triliun

16 Sep 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

Nasional

Aktivasi NIK Menjadi NPWP via Portal Coretax DJP, Tahapan dan Ketentuannya

25 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Jadwal China Masters 2026 Hari Ini 2 September, Live di Mana?Olahraga 路 2 Sep 2026
  3. 3Menerapkan Pedoman dan Regulasi Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial Kementerian KomdigiTeknologi 路 25 Agu 2026
  4. 4Kementan Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Abal-abal, Diduga Rugikan Konsumen hingga Rp 89 TriliunNasional 路 16 Sep 2026
  5. 5Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

NewsHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNS

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap