Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak mendatar pada paruh pertama perdagangan awal pekan. Pada penutupan sesi I Senin (31/8/2026), IHSG melemah tipis 0,88 poin atau 0,01 persen ke level 6.517,24, bertahan di rentang level 6.500-an.
Indeks membuka perdagangan di posisi 6.511,11 dan sempat tertekan hingga menyentuh titik terendah harian di 6.476,18 sebelum berangsur pulih mendekati level penutupan akhir pekan lalu di 6.518,12.
Aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia berlangsung dinamis. Volume perdagangan mencapai 25,65 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp10,31 triliun dan frekuensi sebanyak 1,38 juta kali transaksi. Dari pergerakan individual, tercatat 410 saham menguat, 242 saham melemah, dan 311 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Kinerja Sektoral dan Saham Pendorong
Penguatan indeks ditopang oleh performa sejumlah sektor, dipimpin oleh sektor industri yang naik 0,93 persen. Sektor konsumer non-primer turut menguat 0,83 persen, disusul sektor keuangan yang bertambah 0,75 persen.
Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi demi Tekan Biaya Hidup Warga

Saham perbankan berkapitalisasi pasar besar tampil sebagai penahan koreksi IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) membukukan kontribusi terbesar dengan andil 7,77 poin setelah naik 0,12 persen ke harga Rp3.240 per saham. Dua bank lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), masing-masing menyumbang 2,46 poin dan 2,35 poin.
Di sisi sebaliknya, sektor kesehatan mencatatkan pelemahan paling dalam sebesar 2,39 persen. Penurunan juga dialami sektor barang baku sebesar 1,02 persen, teknologi 0,54 persen, energi 0,35 persen, serta konsumer primer yang terkoreksi 0,18 persen.
Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang memangkas pergerakan indeks hingga 9,98 poin. Beban lanjutan disumbang oleh PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan koreksi 4,75 poin dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 4,04 poin.
Laba Jasa Marga Tembus Rp 1,9 Triliun di Semester I 2026

Sentimen Rebalancing MSCI dan Pasar Global
Pergerakan pasar saham domestik pada awal pekan ini dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio menjelang berlakunya susunan baru indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) per 1 September 2026. Eksekusi penyesuaian portofolio investor institusi diperkirakan terkonsentrasi pada sesi penutupan perdagangan hari ini.
Dalam evaluasi berkala tersebut, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terdepak dari jajaran MSCI Global Standard Index. CPIN berpindah ke kategori MSCI Small Cap, sedangkan GOTO juga keluar dari indeks MSCI Indonesia IMI.
Selain faktor evaluasi indeks, pelaku pasar mencermati perkembangan global pascapidato bernada hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium di Jackson Hole. Kondisi ini memperpanjang fase fluktuatif IHSG yang sebelumnya bergerak dari 6.501,67 pada Senin (24/8), merosot 1,48 persen pada Rabu (26/8), berbalik menguat 1,81 persen pada Kamis (27/8), lalu turun 0,06 persen pada Jumat (28/8).






