Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil sikap tidak biasa dengan memilih untuk tidak mengecam langkah sejumlah negara sekutu, termasuk Inggris, Prancis, dan Kanada, yang menjatuhkan sanksi terhadap permukiman Israel di Tepi Barat. Sikap diam Washington ini menandai pergeseran tensi diplomatik di tengah ekspansi permukiman yang terus berlanjut di wilayah pendudukan tersebut.
Saat dimintai tanggapan mengenai gelombang sanksi dari para sekutu dekatnya, Trump mengindikasikan bahwa dirinya akan berbicara langsung dengan pihak Israel. Trump mengaku memahami situasi di lapangan, namun mempertanyakan pemicu di balik kemunculan sanksi yang datang secara mendadak tersebut.
Kekhawatiran Stabilitas dan Rencana Perdamaian Gaza
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menjelaskan bahwa fokus utama Washington saat ini adalah mencegah eskalasi yang dapat memperkeruh kondisi keamanan. AS tidak menginginkan adanya tindakan yang memicu ketidakstabilan di Tepi Barat, mengingat gejolak di kawasan tersebut berpotensi mengganggu berbagai inisiatif AS di Gaza, termasuk rencana 20 poin dan pembentukan Dewan Perdamaian.
Cara Pengusaha Hadapi Risiko Bencana Alam dan Perubahan Iklim

Meski memahami pertimbangan dan keputusan yang diambil oleh negara-negara sekutunya, Rubio menegaskan bahwa AS secara institusional tidak akan mengikuti langkah Inggris untuk menjatuhkan sanksi serupa ke Israel.
Di sisi lain, respons internal AS sempat menunjukkan perbedaan pandangan. Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee sempat melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Inggris dan memperingatkan potensi dampak sanksi terhadap sektor bisnis negara tersebut. Namun, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pernyataan Huckabee tersebut tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Gedung Putih maupun Departemen Luar Negeri AS.
Top! Kredit UMKM Bank BPD Bali Tumbuh 14,52% Hingga Agustus 2026

Daya Tawar Menghadapi Kebijakan Permukiman
Sikap bungkam Gedung Putih terhadap langkah koalisi sekutu dinilai memiliki tujuan strategis. Mantan Duta Besar AS untuk Israel Daniel Shapiro menilai ketiadaan kecaman dari Washington menunjukkan Trump sedang memegang daya tawar politik untuk mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu agar mengambil langkah tertentu.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan tidak akan membiarkan Israel mencaplok Tepi Barat, meski pemerintah Israel tetap memperluas wilayah permukiman dan memperkokoh kontrolnya di sana. Pada awal masa jabatan keduanya, AS sempat mencabut sanksi terhadap pemukim Israel yang terlibat aksi kekerasan dan belum menyuarakan kecaman terbuka atas proyek permukiman E1 yang dinilai dapat memecah wilayah Palestina.






