Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup Operasi SAR gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (12/9/2026) pukul 18.00 WITA. Keputusan ini diambil menyusul berakhirnya masa perpanjangan tanggap darurat bencana di NTT yang berjalan sejak 29 Agustus hingga 12 September 2026.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, yang mewakili Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafii, menjelaskan bahwa operasi kemanusiaan tersebut telah berlangsung aktif sejak gempa utama mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Selama masa pencarian dan pertolongan, Basarnas turut mengerahkan satu unit helikopter Dauphin guna mempercepat evakuasi medis, mobilisasi personel, dan pendistribusian bantuan ke area-area yang terisolasi lewat jalur darat.
Video, Karhutla Melanda, Pengusaha Sawit Bantu Padamkan Kebakaran

Meski operasi resmi diakhiri, Basarnas memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan. Operasi SAR Gempa Flores dapat dibuka kembali sewaktu-waktu apabila terdapat laporan temuan korban baru atau kebutuhan evakuasi darurat lanjutan dari masyarakat.
Berdasarkan data terkini, dampak bencana gempa tersebut menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang cukup luas. Hingga Kamis (10/9/2026), akumulasi korban meninggal dunia tercatat mencapai 136 orang, dengan 88 jiwa di antaranya wafat secara tidak langsung, sementara data BNPB mencatat 135 korban tewas. Selain korban jiwa, sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan berat, termasuk Kantor DPRD Manggarai Timur yang masuk dalam kategori merah atau tidak aman digunakan. Kerusakan gedung sekolah juga memaksa sedikitnya 126 siswa SDI Jarak di Manggarai Barat menjalani kegiatan belajar di bawah pohon dan tenda darurat.
Jadi Tuan Rumah, Gubernur Jateng Sambut Gelaran MTQ Nasional 2026

Memasuki fase penanganan pascabencana, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah melaporkan perkembangan penanganan gempa Flores kepada Presiden Prabowo. Pemerintah menyiapkan bantuan stimulan dana perbaikan permukiman sebesar Rp15 juta untuk rumah kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang. Berbagai elemen lembaga seperti Baznas RI juga telah menyalurkan 550 paket selimut dan perlengkapan tidur di Nagekeo, Ende, dan Manggarai, disusul pengerahan tenaga penyuluh serta guru oleh Kementerian Agama ke wilayah terdampak.






