Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut kedatangan ribuan kafilah dan tamu undangan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (11/9) malam. Momen ini menandai kembalinya perhelatan akbar tersebut ke Jawa Tengah setelah 47 tahun, di mana provinsi ini terakhir kali bertindak sebagai tuan rumah pada 1979.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa antusiasme perhelatan ini membawa dampak positif yang luas bagi wilayahnya. Berdasarkan laporan, tercatat hampir 7.831 tamu masuk ke Jawa Tengah untuk menyemarakkan ajang musabaqah tersebut. Lonjakan kedatangan tamu yang terdiri dari kafilah 37 provinsi dan rombongan pendukung ini turut mendorong peningkatan okupansi hotel hingga jasa rental kendaraan di Kota Semarang dan sekitarnya.
Sejumlah pimpinan daerah turut hadir secara langsung pada acara penyambutan Jumat malam, di antaranya Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Selain delegasi yang telah tiba, sebanyak 17 gubernur dijadwalkan hadir untuk mengikuti prosesi pembukaan resmi MTQ Nasional XXXI.
5 Fakta Gempa M 6,5 Kepulauan Seribu yang Terasa hingga Pariaman dan Malang

Persaingan 2.242 Peserta dan Inovasi Cabang Baru
MTQ Nasional XXXI tahun 2026 ini diikuti oleh 2.242 peserta dari berbagai daerah di tanah air. Seluruh peserta berkompetisi pada delapan cabang dan 24 golongan yang mencakup rentang usia anak-anak hingga dewasa. Materi yang diperlombakan meliputi cabang tilawah, hafalan Al-Qur'an dari 1 juz hingga 30 juz, serta tafsir Al-Qur'an dalam tiga bahasa. Penilaian seluruh cabang kompetisi didukung oleh 155 dewan hakim yang bertugas secara objektif, profesional, dan bertanggung jawab di sejumlah titik perlombaan yang tersebar di Kota Semarang.
Gelaran tahun ini juga mencatatkan sejarah baru dalam inklusivitas musabaqah. Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan bahwa penyelenggara untuk pertama kalinya mengadakan eksibisi tilawah khusus bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara.
Hiu Paus Ditemukan Terdampar di Pantai Pengeragoan Jembrana Bali

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan bahwa MTQ Nasional kini diputuskan untuk diselenggarakan setiap tahun. Langkah tersebut diambil agar pintu kesempatan bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk menjadi tuan rumah semakin terbuka luas di masa mendatang.






