Peta persaingan politik di Inggris mencatatkan rekor pendanaan baru setelah pendiri platform perdagangan aset kripto BitMEX, Ben Delo, berkomitmen mengucurkan dana sebesar 36 juta poundsterling atau sekitar Rp858,6 miliar kepada partai populis Reform UK.
Komitmen donasi yang diumumkan pada Jumat (11/9/2026) tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Reform UK dalam menghadapi pemilihan umum Inggris berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2029. Kucuran dana ini memecahkan rekor sumbangan politik terbesar dalam sejarah Inggris, melampaui rekor sebelumnya senilai 10 juta poundsterling (sekitar Rp238,5 miliar) yang diserahkan pengusaha John Sainsbury kepada Partai Konservatif pada 2022.
Ben Delo menyatakan sokongan dana fantastis tersebut bertujuan menghadirkan pertarungan yang adil bagi Reform UK saat berhadapan dengan dua kekuatan utama, yakni Partai Buruh yang kini berkuasa serta Partai Konservatif yang berada di posisi oposisi. Sebelum komitmen terbarunya ini, Delo tercatat telah menyumbang 8 juta poundsterling atau sekitar Rp190,8 miliar ke kas partai tersebut.
Video, Bunga The Fed Diramal Naik 25 Bps Bulan Ini, BI Rate Ikut Naik?

Dalam tulisan opininya di surat kabar Telegraph, Delo menekankan bahwa stabilitas finansial partai menjadi kunci agar para elite Reform UK tidak lagi tersita energinya untuk urusan logistik kampanye. Menurutnya, partai harus mengalihkan fokus dari sekadar penggalangan dana ke tahap persiapan matang untuk memimpin pemerintahan.
Suntikan modal politik ini datang di tengah masa-masa krusial bagi Reform UK yang dipimpin oleh tokoh veteran kampanye Brexit, Nigel Farage. Partai populis tersebut sempat memimpin perolehan jajak pendapat selama lebih dari satu tahun, sebelum akhirnya tren elektabilitas mereka melandai akibat terpaan isu pelanggaran dana politik.
Video, Investor Ramai-ramai Buang US Treasury, Apa Efeknya ke Rupiah?

Penurunan elektabilitas Reform UK dipicu oleh hasil investigasi penyamaran yang mengungkap dugaan pelanggaran hukum pemilu oleh dua ajudan senior Nigel Farage. Kedua staf tersebut dituding memfasilitasi donatur asing untuk membiayai jajak pendapat politik partai. Menyikapi temuan tersebut, Farage langsung mengambil langkah tegas dengan menskors kedua ajudan yang bersangkutan.
Sosok Ben Delo sendiri bukan figur baru dalam pusaran kontroversi keuangan. Rekan pendiri BitMEX ini sebelumnya sempat divonis bersalah di pengadilan Amerika Serikat atas pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank (Bank Secrecy Act), sebelum akhirnya memperoleh pengampunan resmi dari Presiden Donald Trump.






