Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, mulai berangsur padam pada Minggu (30/8). Kobaran api yang membakar tumpukan sampah di lokasi tersebut sebelumnya berlangsung sejak Jumat (28/8) malam.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengonfirmasi bahwa titik-titik api utama di area penampungan sampah tersebut sudah dapat dikendalikan oleh petugas gabungan di lapangan.
"Saat ini titik api sudah mulai padam," kata Maruli saat dikonfirmasi, Minggu (30/8).
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Untuk mencegah api kembali menyala dari bagian dalam timbunan sampah, petugas mengerahkan alat berat dan armada pemadam kebakaran. Maruli menjelaskan bahwa ekskavator diturunkan untuk mengurai tumpukan sampah, sementara petugas Damkar terus menyemprotkan air ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Berdasarkan hasil pendataan kepolisian, total luas area tumpukan sampah yang hangus terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2.500 meter. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber penyebab munculnya api.
Bantuan 19 Ton Dikirim untuk Korban Gempa NTT

Peristiwa kebakaran ini pertama kali diketahui pada Jumat (28/8) sekitar pukul 18.00 WIB. Seorang warga setempat yang melintas usai mengambil rumput untuk pakan ternak melihat api mulai membakar sampah dan segera melaporkannya ke Polsek Waringinkurung.
Kapolsek Waringinkurung Iptu Hari Purwanto menjelaskan, lokasi tempat pembuangan sampah tersebut dahulunya merupakan lahan bekas galian bata merah yang kemudian dimanfaatkan warga sekitar untuk membuang sampah. Posisinya yang cukup jauh dari permukiman membuat warga maupun personel di lapangan sempat kesulitan mendeteksi pemicu awal kebakaran.






