Operasi pencarian terhadap lima orang jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda terus diintensifkan oleh tim SAR gabungan. Memasuki hari ketiga operasi pada Kamis (10/9), kekuatan pencarian diperkuat dengan pengerahan tiga armada kapal perang milik TNI Angkatan Laut (AL) untuk menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, di Pandeglang menyampaikan bahwa ketiga kapal perang yang diterjunkan dalam operasi tersebut meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Kehadiran armada KRI ini difokuskan untuk memperkuat sapuan di area perairan yang semakin meluas.
Selain tiga KRI tersebut, TNI AL turut mengerahkan sejumlah armada kapal tambahan lainnya. Unsur yang diturunkan mencakup KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang dari jajaran Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten, serta KAL Siaga yang dikerahkan dari jajaran Lanal Lampung.
Purbaya, Saldo Rekening Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun Pakai APBN

Untuk mengoptimalkan penyisiran, tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor kerja. Pelaksanaan penyisiran di lapangan mengerahkan total sekitar sembilan unsur kapal dan tujuh Search and Rescue Unit (SRU).
Pada operasi hari ketiga ini, area pencarian diperluas ke arah utara. Penyisiran secara khusus dilakukan di posisi arah selatan dan utara di sekeliling Gunung Anak Krakatau dengan menyesuaikan arah angin, arus laut, serta titik perkiraan aktivitas peliputan dari para jurnalis sebelum hilang kontak.
Kantor DPRD Manggarai Timur Tidak Layak Pakai Akibat Gempa Flores

Upaya pencarian di kawasan perairan tersebut juga mendapat bantuan dari warga di pesisir Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Selain itu, Antara telah mendirikan posko koordinasi di Carita untuk terus memantau perkembangan evakuasi dan koordinasi pencarian di lapangan.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mempertimbangkan opsi operasi pencarian melalui jalur udara untuk melacak posisi kelima jurnalis yang hilang. Pelaksanaan pencarian via udara tersebut akan disesuaikan sembari terus memantau dinamika cuaca serta aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.






