Jaringan pusat kebugaran True Fitness dan True Yoga di Singapura resmi menghentikan operasionalnya setelah ditempatkan di bawah likuidasi sementara pada Kamis (10/9/2026). Penutupan mendadak ini memicu gelombang kerugian bagi para anggota dengan total nilai mencapai S$ 609.000 atau sekitar Rp 8,46 miliar.
Presiden Consumers Association of Singapore (CASE), Melvin Yong, mengonfirmasi bahwa lembaganya telah menerima sedikitnya 241 pengaduan dari konsumen yang terdampak. Kerugian tersebut didominasi oleh biaya keanggotaan, paket latihan, serta beragam layanan kebugaran yang sudah dibayar di muka namun belum sempat digunakan oleh para pelanggan.
Berdasarkan laporan dari perusahaan induknya yang berbasis di Hong Kong, Kontafarma China Holdings, dewan direksi True Fitness dan True Yoga menyatakan bahwa kedua entitas tersebut tidak lagi mampu melanjutkan kegiatan bisnis akibat beban liabilitas yang menumpuk. Di Singapura, True Singapore Group mengoperasikan 10 pusat kebugaran dan yoga yang mencakup tiga merek, yakni True Fitness, TFX, dan Yoga Edition.
Panel Surya RI Masuk Pasar AS Digetok Tarif Tinggi hingga 173%!

Kondisi keuangan grup kebugaran tersebut terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun 2025, True Singapore Group membukukan pendapatan sekitar HK$ 181,2 juta (US$ 23,1 juta), tetapi mencatat rugi bersih sebesar HK$ 34,3 juta dengan total liabilitas menembus HK$ 555,5 juta berbanding aset HK$ 149,7 juta.
Tekanan likuiditas berlanjut hingga 2026. Laporan manajemen yang belum diaudit untuk periode delapan bulan pertama 2026 mencatatkan pendapatan HK$ 118,4 juta dengan rugi bersih HK$ 19,1 juta. Per 31 Agustus 2026, total liabilitas perusahaan membengkak menjadi HK$ 633,8 juta sementara aset hanya tercatat HK$ 204,5 juta, menyisakan liabilitas bersih sebesar HK$ 429,3 juta.
Penerima Bansos Bertambah 4,3 Juta Keluarga

Kontafarma menjelaskan bahwa operasional di Singapura tertekan oleh persaingan pasar yang kian ketat, lonjakan biaya akuisisi pelanggan baru, maraknya pusat kebugaran butik (boutique gym), serta ketersediaan fasilitas olahraga gratis di area kondominium dan perumahan. Berbagai suntikan dana tunai dari induk usaha tidak cukup untuk menahan pelemahan kinerja dan defisit kas.
Menindaklanjuti proses kepailitan ini, praktisi insolvensi Goh Wee Teck dan Lin Yueh Hung dari RSM SG Corporate Advisory telah ditunjuk sebagai likuidator sementara. Rapat umum luar biasa kedua perusahaan dijadwalkan berlangsung pada 7 Oktober 2026 untuk mengajukan usulan pembubaran sukarela oleh kreditur, yang akan dilanjutkan dengan agenda pertemuan resmi bersama para kreditur.






