Aksi kekerasan maut yang merenggut nyawa seorang pedagang kaca, Bambang Setiawan, di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, akhirnya menemui titik terang setelah aparat kepolisian membeberkan motif di balik tindakan para pelaku. Peristiwa pengeroyokan tragis tersebut terjadi di tengah kericuhan jalanan pada 27 Agustus lalu.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa motif aksi main hakim sendiri itu bermula dari rasa terganggu para pelaku terhadap situasi kerusuhan saat mereka melintas di lokasi kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, hasil pemeriksaan penyidik menunjukkan para pelaku awalnya hanya melintas bersama di Jalan Raya Pejompongan. Namun, mereka kemudian tersulut situasi hingga akhirnya terlibat langsung dalam tindak kekerasan.
Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu Pakai Senpi di Paluta, 4 Orang Ditangkap

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, terkait dengan motif yang ada daripada para pelaku, para pelaku merasa ada terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas," kata Iman.
Iman menambahkan bahwa para pelaku sehari-harinya mencari nafkah di sekitar tempat kejadian perkara. Saat melihat kericuhan sedang berlangsung di area tersebut, mereka justru ikut larut dan melibatkan diri ke dalam pusaran kerusuhan hingga menganiaya korban hingga tewas.
BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan Guncang Flores Sejak 15 Agustus

Dalam kasus ini, kepolisian telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni PS (23), DS (33), dan DDS (29). Pihak kepolisian juga memastikan bahwa ketiga tersangka bertindak secara individu dan tidak terafiliasi dengan kelompok atau organisasi kemasyarakatan mana pun.
Saat ini, ketiga tersangka telah dijebloskan ke Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Di samping menuntaskan kasus penganiayaan maut tersebut, penyidik kepolisian juga tengah mendalami dugaan adanya pihak penyandang dana di balik rangkaian kerusuhan yang terjadi pascademonstrasi di kawasan MPR/DPR RI, Senayan.






