Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 14.993 gempa bumi susulan terjadi di kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aktivitas kegempaan yang masif ini berlangsung usai gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang daerah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Aktivitas seismik terbaru yang terdeteksi BMKG mencakup gempa tektonik bermagnitudo 2,0 di wilayah Kabupaten Nagekeo pada pukul 01.21 WIB. Pusat gempa berada di laut pada kedalaman 22 kilometer dengan titik koordinat 8,40 Lintang Selatan dan 121,07 Bujur Timur, tepatnya sekitar 41 kilometer arah barat laut Mbay, Nagekeo. BMKG menjelaskan bahwa laporan awal gempa Nagekeo ini mengutamakan kecepatan diseminasi informasi, sehingga hasil pengolahan data masih dapat disesuaikan seiring kelengkapan data pemantauan yang masuk.
Polisi Bongkar Sindikat Peredaran Sabu Pakai Senpi di Paluta, 4 Orang Ditangkap

Berdasarkan rekapitulasi data BMKG hingga Sabtu (12/9) pukul 17.00 WIB, rentang kekuatan gempa susulan di Flores bervariasi dari yang terkecil bermagnitudo 0,9 hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2.
Polisi Ungkap Motif 3 Tersangka Keroyok Bambang Setiawan hingga Tewas

Dari total belasan ribu gempa susulan yang tercatat, sebanyak 38 gempa memiliki kekuatan signifikan di atas magnitudo 5,0. Sementara itu, 187 kejadian gempa di antaranya terbukti menimbulkan getaran yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi kejadian.






