PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkuat posisinya di panggung infrastruktur telekomunikasi global dengan menyepakati sejumlah kerja sama strategis dalam ajang Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026. Kolaborasi tersebut mencakup kesepakatan kapasitas jaringan kabel bawah laut, adopsi arsitektur piranti lunak global, hingga integrasi layanan pusat data.
Dalam konferensi tahunan tersebut, Telin menandatangani Letter of Intent (LOI) bersama PEACE Cable International Network Co., Limited, menyepakati Open API & Open Digital Architecture (ODA) Manifesto dengan TM Forum, serta menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan SM+ dan PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI).
Penambahan Kapasitas 1,4 Tbps Rute Antarbenua
Melalui unit usahanya, Telin in Singapore menandatangani LOI dengan penyedia sistem kabel PEACE untuk menambah sumber daya konektivitas sekitar 1,4 Terabit per second (Tbps). Penambahan kapasitas ini difokuskan pada sejumlah rute strategis yang menghubungkan wilayah Asia, Afrika, dan Eropa.
Dentuman Keras & Kilatan Cahaya di Gorontalo, BMKG, Bukan Gempa

Perjanjian ekspansi tersebut mencakup pengelolaan dark spectrum resources pada jalur penghubung Mesir dan Prancis, ditambah kapasitas end-to-end dengan nilai setara untuk memperkuat rute konektivitas lintas Mesir. Penandatanganan LOI dilakukan langsung oleh CEO Telin in Singapore Indarto bersama CEO PEACE Cable International Network Co. Sun Xiaohua, dengan disaksikan SVP Business Development & Operation Telin Bernadus Wahyu Wijayanto serta Chief Commercial Officer PEACE Lucus.
Standarisasi Arsitektur Digital dan Sinergi Infrastruktur
Telin juga mempertegas transformasi teknologinya melalui penandatanganan Open API & ODA Manifesto bersama asosiasi industri TM Forum. Di bawah komitmen ini, Telin menetapkan Open Digital Architecture dan Open APIs sebagai kerangka fundamental dalam arsitektur perangkat lunak operasionalnya untuk mempermudah integrasi lintas platform.
Jualan Robot, Pria Ini Punya Kekayaan Rp282 Triliun

Di sektor infrastruktur darat dan komputasi, Telin merangkul SM+ lewat kesepakatan MoU guna mengintegrasikan keandalan data center milik SM+ dengan jaringan konektivitas internasional Telin. Kerja sama ini memungkinkan penyediaan dukungan jaringan global bagi SM+ dan para pelanggannya menggunakan portofolio internasional Telin, termasuk layanan TNEX.
Selain itu, Telin menandatangani nota kesepahaman proyek BSCS Fiber Pair bersama PT Graha Telekomunikasi Indonesia (GTI), entitas yang merupakan bagian dari Remala Group dalam naungan Djarum Group. Kolaborasi dengan GTI ini menjadi landasan kedua pihak dalam mengeksplorasi pemanfaatan kapasitas fiber pair serta membuka peluang perluasan konektivitas internasional secara bersama.






