Suasana haru dan cemas menyelimuti Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (13/9). Seorang perempuan asal Mojokerto, Ela Nur Atika, tampak duduk bersila di lantai tepat di depan ruang tunggu pelabuhan untuk menantikan kabar mengenai suaminya, Saiful Nuruddin, yang menjadi salah satu penumpang Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8.
Kapal motor yang melayani rute pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin tersebut dilaporkan mengalami hilang kontak di perairan Laut Jawa. Kekhawatiran mendalam dirasakan keluarga penumpang sejak kabar hilangnya kontak kapal tersebut tersiar.
Perjalanan Mengantar Muatan Ekspedisi
Ela menceritakan bahwa suaminya berangkat menaiki kapal tersebut untuk menjalankan tugas sebagai sopir truk ekspedisi. Dalam perjalanan kerja kali ini, Saiful tidak berangkat sendirian, melainkan didampingi oleh seorang rekan kerjanya.
OTT KPK, Dirjen Pengendalian Tanah dan Ruang ATR Ditangkap

Menurut penuturan Ela, rute pelayaran menuju Banjarmasin ini merupakan perjalanan yang ketiga kalinya bagi Saiful. Pasalnya, sang suami sebelumnya sudah dua kali menjalani rute perjalanan yang sama, meskipun pada kesehariannya ia lebih sering mendapatkan tugas mengantar muatan barang ke wilayah Semarang atau Jakarta.
Sebelum hilang kontak di tengah laut, keberangkatan KM Virgo Transport 8 sempat mengalami penundaan dari jadwal semestinya. Tiket keberangkatan kapal tercatat dijadwalkan pada Sabtu (12/9) pukul 02.00 WIB dini hari, namun kapal mengalami keterlambatan untuk bertolak. Ela menyebutkan bahwa komunikasi terakhir antara dirinya dan sang suami terjadi pada pukul 07.30 WIB melalui panggilan video.
Kepastian Keselamatan dan Proses Evakuasi
Setelah masa penantian yang menegangkan di pelabuhan, kabar baik akhirnya menghampiri keluarga. Salah seorang saudara Ela yang berdiri di dekatnya menerima konfirmasi informasi bahwa Saiful telah berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat dalam keadaan selamat.
17 Orang Ditangkap KPK dalam OTT BPN Bogor, Dirjen hingga Kepala Pertanahan

Secara keseluruhan, KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di Laut Jawa pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita, setelah menempuh pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak hari Sabtu (12/9). Kapal tersebut tercatat memuat total 243 orang, yang terdiri dari para penumpang, awak kapal, hingga kru.
Dari total 243 jiwa yang berada di atas kapal, perkembangan proses evakuasi mencatat sebanyak 113 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah korban yang telah dievakuasi tersebut, sebanyak 107 orang dinyatakan dalam kondisi selamat, sementara enam orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Adapun sebanyak 130 orang lainnya hingga kini masih berada dalam proses pencarian.






