PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) membukukan perbaikan kinerja keuangan pada semester I-2026 seiring beroperasinya Tambang Emas Pani secara komersial sejak kuartal I-2026. Emiten tambang emas ini mencatat lonjakan pendapatan hingga sekitar 369 kali lipat, disertai penyusutan rugi bersih tahun berjalan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan EMAS sepanjang enam bulan pertama 2026 menembus US$30,9 juta atau sekitar Rp547,39 miliar. Realisasi ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$83.786.
Peningkatan pendapatan yang masif tersebut turut memangkas rugi bersih perseroan sebesar 7,35 persen secara tahunan (year on year). Rugi EMAS pada semester I-2026 tercatat menyusut ke angka US$14,87 juta atau setara Rp263,42 miliar, membaik dari posisi rugi US$16,05 juta pada semester I tahun sebelumnya.
Purbaya soal Gaji Manajer Kopdes Dibiayai APBN, Nggak Besar-besar Amat

Produksi dan Penjualan Kuartal II Melaju Cepat
Pembalikan kinerja operasional EMAS terdorong oleh akselerasi di fasilitas tambang. Pada kuartal II-2026, volume produksi emas meningkat lebih dari delapan kali lipat secara kuartalan menjadi 15.594 ounce. Tambahan tersebut mengerek total volume produksi emas perseroan pada semester I-2026 menjadi 17.412 ounce.
Dari sisi komersial, volume penjualan emas perseroan pada kuartal II-2026 melonjak tajam mencapai 6.439 ounce, melesat jauh dibandingkan kuartal I-2026 yang tercatat sebesar 516 ounce.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources Boyke P. Abidin menyampaikan bahwa arah langkah perseroan ke depan terpusat pada percepatan produksi, peningkatan performa operasional, serta eksekusi fase pertumbuhan Pani berikutnya secara disiplin.
Jalur Pipa Saudi Ditutup, Harga Minyak Dunia Tembus US$107

Ekspansi Proyek Carbon-in-Leach
Untuk menopang target jangka panjang di Tambang Emas Pani, EMAS melanjutkan pengembangan proyek pengolahan Carbon-in-Leach (CIL). Konstruksi area CIL pad yang mencakup penempatan tangki CIL dan pre-leach thickener telah rampung pada akhir Juni 2026. Perseroan menargetkan keseluruhan fasilitas CIL pad dapat mulai beroperasi penuh pada 2028.
Hingga akhir semester I-2026, struktur permodalan EMAS mencatatkan total liabilitas sebesar US$602,76 juta dan ekuitas senilai US$361,56 juta. Dengan posisi tersebut, total aset perseroan tercatat sebesar US$964,32 juta.






