Basarnas Makassar mengerahkan armada KN SAR Kamajaya guna memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban KMP Virgo Transport 8. Kapal penyeberangan tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, wilayah Kalimantan Selatan.
Kepala Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar mengonfirmasi bahwa pengerahan armada penyelamat ini dilakukan untuk mengoptimalkan penyisiran di titik lokasi kejadian. Kapal yang beroperasi melayani rute Surabaya menuju Banjarmasin tersebut diketahui membawa ratusan orang saat insiden berlangsung.
Kronologi dan Data Korban
Berdasarkan data operasional, KMP Virgo Transport 8 mengangkut total 243 orang yang terdiri atas 213 penumpang serta 30 awak kapal. Kapal tersebut dilaporkan mengalami hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang terjadi di kawasan perairan Laut Jawa.
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Dari perkembangan data korban yang tercatat saat ini, sebanyak 107 orang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 6 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia. Sebanyak 130 orang lainnya hingga kini masih belum ditemukan dan masih terus dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR.
Pengerahan Personel dan Koordinasi SAR
Guna mendukung kelancaran operasi pencarian korban yang masih hilang, Basarnas Makassar memberangkatkan 35 personel dalam misi kemanusiaan ini. Tim yang dikerahkan tersebut mencakup pula sejumlah tenaga medis untuk mengantisipasi penanganan darurat bagi korban yang berhasil dievakuasi.
Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Muhammad Arif Anwar menjelaskan bahwa tim penyelamat dari Makassar dijadwalkan bertolak menuju lokasi pada Minggu malam, tepatnya pukul 23.30 WITA. Setibanya di area operasi perairan Laut Jawa, personel KN SAR Kamajaya akan langsung bergabung bersama armada gabungan Basarnas serta potensi SAR lainnya guna memperluas dan memaksimalkan jangkauan pencarian seluruh korban yang masih hilang.






