Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Minggu (13/9/2026) menyusul keputusan Pemerintah Arab Saudi menghentikan operasional jalur pipa minyak utamanya. Penutupan fasilitas strategis yang menyalurkan pasokan dari wilayah Teluk Persia ke pesisir Laut Merah tersebut langsung mendorong harga minyak acuan global menembus level US$107 per barel.
Dalam pergerakan pasar tersebut, harga minyak mentah Brent menguat 3,1 persen hingga mencapai US$107,87 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat tercatat naik 2,8 persen ke posisi US$102,87 per barel pada pukul 18.27 waktu setempat.
Dampak Serangan Drone terhadap Pipa East-West
Kenaikan harga minyak dunia ini dipicu oleh gangguan rantai pasok setelah serangan pesawat nirawak (drone) dari Irak menghantam dan merusak pipa East-West milik Arab Saudi pada Kamis (10/9/2026). Merespons insiden tersebut, pemerintah di Riyadh segera menutup operasional pipa.
Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Sejauh ini, otoritas Arab Saudi belum memberikan keterangan resmi mengenai seberapa parah kerusakan yang dialami pipa tersebut maupun perkiraan waktu yang dibutuhkan hingga fasilitas dapat beroperasi kembali secara normal.
Jalur pipa East-West merupakan urat nadi ekspor energi Arab Saudi dengan kapasitas pengangkutan mencapai 7 juta barel minyak per hari. Infrastruktur vital ini membentang dari ladang produksi di bagian timur Arab Saudi melintasi daratan menuju pelabuhan ekspor di pesisir Laut Merah. CEO Saudi Aramco Amin Nasser sebelumnya pernah menyatakan bahwa keberadaan jalur pipa ini memegang peranan yang lebih krusial dalam menjaga stabilitas pasar minyak dibandingkan langkah pelepasan cadangan minyak strategis skala besar yang dipimpin Amerika Serikat.
Eskalasi Ketegangan dan Penundaan Diplomasi
Kekhawatiran pasar kian meningkat seiring terjadinya insiden keamanan maritim di kawasan perairan sekitar. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan bahwa sebuah kapal tanker minyak kembali diserang pada Minggu (13/9/2026), memicu kebakaran hebat di atas geladak kapal.
Punya 370 Kapal, Pertamina Trans Kontinental Siapkan Armada Baru

Di tengah eskalasi konflik yang memanas, agenda pembicaraan diplomatik regional turut terdampak. Pertemuan antara perwakilan Iran dan negara-negara Arab Teluk yang semestinya digelar pada Senin (14/9/2026) di Salalah, Oman, terpaksa ditunda.
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengumumkan penundaan tersebut secara terbuka melalui media sosial demi membuka ruang bagi tercapainya kesepakatan bersama antarpihak di kawasan.






