PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) bersiap menambah unit kapal baru guna memperbarui sekaligus memodernisasi armada operasionalnya. Saat ini, anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor jasa maritim tersebut telah mengoperasikan 370 kapal milik sendiri serta menyewa sekitar 82 kapal lainnya untuk melayani berbagai kebutuhan logistik energi.
Direktur Utama PTK Harris Abdi Sembiring Meliala menyampaikan bahwa penambahan armada ini menjadi langkah strategis peremajaan unit yang sudah ada, sekaligus memperkuat keandalan operasional perusahaan di wilayah perairan Indonesia.
PTK memiliki rekam jejak panjang dalam industri maritim nasional. Didirikan pada 1969 dengan nama PT Pertamina Tongkang untuk menyediakan jasa kapal pandu tunda, entitas ini resmi berganti nama menjadi PT Pertamina Trans Kontinental pada 2011. Ruang lingkup bisnisnya kini mencakup penyediaan serta operasional kapal penunjang, pengelolaan pelabuhan, layanan maritim, hingga pangkalan logistik pesisir di berbagai penjuru tanah air.
Desil 1 Jakarta Belum Tentu Sama dengan Desil 1 Papua, Ini Penjelasan BPS

Digitalisasi dan Kecerdasan Buatan
Selain penguatan fisik armada, modernisasi di tubuh PTK juga menyasar sistem tata kelola kerja terintegrasi. Perusahaan tercatat telah mengimplementasikan 21 inisiatif digital di seluruh fungsi operasional.
Pengembangan sistem teknologi tersebut ditargetkan meningkat ke tahap adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Integrasi AI disiapkan untuk membantu jajaran manajemen dalam mempercepat serta menajamkan proses pengambilan keputusan bisnis.
Penerapan Inisiatif Ramah Lingkungan
Upaya peremajaan armada PTK turut dibarengi dengan penerapan prinsip keberlanjutan atau green shipping. Langkah efisiensi energi ini telah dijalankan melalui pengoperasian Transko Rajawali sejak 2019, yakni kapal tunda berbahan bakar ganda yang memanfaatkan kombinasi solar dan gas alam cair (LNG).
Harga Cabai Rawit Makin Pedas, Tembus Rp 90 Ribu/Kg

Langkah dekarbonisasi berlanjut pada Juni 2026 melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal Oil Barge (OB) Patra 2303. Pemanfaatan energi surya pada kapal tongkang minyak ini mampu menekan konsumsi bahan bakar diesel sekaligus mereduksi emisi hingga 79,2 ton CO2 per tahun.
Sebagai agenda keberlanjutan berikutnya, PTK merancang uji coba sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) pada kapal mulai 2027 guna memperluas penggunaan teknologi ramah lingkungan di sektor maritim.






