Wilayah Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,9 pada Senin (14/9/2026) pukul 06.40 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan guncangan gempa dangkal yang berpusat di laut ini tidak berpotensi memicu tsunami.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 8,13掳 Lintang Selatan dan 120,30掳 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 56 kilometer barat laut Ruteng, Kabupaten Manggarai. Gempa tersebut memiliki kedalaman hiposenter 10 kilometer dan dipicu oleh aktivitas sesar naik Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust).
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Guncangan akibat peristiwa ini dirasakan di sejumlah wilayah Flores dengan tingkat intensitas yang berbeda. BMKG mengestimasikan guncangan mencapai skala III hingga IV MMI di wilayah Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Barat. Sementara itu, getaran dengan skala II MMI dilaporkan terasa di Kabupaten Ngada, di mana benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang.
Peristiwa M4,9 pada Senin pagi ini tercatat sebagai bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 pukul 05.58.23 WIB. Berdasarkan data BMKG hingga Senin (14/9/2026) pukul 05.00 WIB, telah terjadi 15.478 kali aktivitas gempa susulan di kawasan tersebut, dengan magnitudo terbesar mencapai M6,2.
BPH Ungkap Penyebab Fenomena Antrean Panjang BBM di Sulsel

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta memeriksa kondisi tempat tinggal masing-masing. BMKG juga mengingatkan warga agar menghindari bangunan yang telah mengalami kerusakan atau keretakan demi menghindari risiko bahaya dari potensi guncangan lanjutan.






