Pemandangan antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kembali memadati wilayah Kota Makassar dan berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Kondisi yang sempat stabil ini kini bergeser menjadi kepadatan harian setelah kenaikan harga pada sejumlah jenis bahan bakar non-subsidi mendorong perpindahan konsumsi masyarakat secara signifikan ke bahan bakar bersubsidi.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menjelaskan bahwa lonjakan antrean BBM di Sulsel dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo. Kenaikan harga tersebut mengubah pola konsumsi secara bertahap.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menyampaikan bahwa pergeseran permintaan BBM bersubsidi jenis Pertalite awalnya hanya naik sekitar dua persen dari kondisi normal. Namun, seiring waktu, kenaikan permintaan Pertalite melonjak hingga menembus angka 11 persen secara nasional.
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Meskipun kepadatan di lapangan terus berlangsung, BPH Migas memastikan ketahanan stok BBM berada dalam kondisi aman hingga 14 hari ke depan dengan adanya intervensi penambahan pasokan. Untuk mengendalikan antrean, regulasi setempat menerapkan pembatasan pembelian, termasuk sistem pelat nomor ganjil-genap serta batasan nominal transaksi maksimal Rp50.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp300.000 untuk kendaraan roda empat.
Faktor Sektor Logistik dan Isu Kenaikan Harga
Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengungkapkan bahwa antrean dalam 2–3 bulan terakhir juga dipengaruhi peningkatan aktivitas ekonomi daerah. Lonjakan permintaan dari sektor pariwisata dan armada logistik memberikan andil besar terhadap konsumsi bahan bakar di lapangan.
Pertamina menegaskan bahwa pasokan ke seluruh SPBU di Makassar disalurkan setiap hari tanpa henti. Namun, muncul anomali ketika antrean kendaraan masih mengular hingga pukul 02.00 sampai 03.00 pagi. Pertamina menduga kepanikan antrean tersebut turut dipicu oleh beredarnya isu atau rumor di tengah masyarakat terkait rencana kenaikan harga BBM dan LPG.
Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Guna mengurai kepadatan lalu lintas di sekitar area SPBU, Pertamina menyiapkan langkah operasional tambahan, mulai dari perpanjangan jam buka di sejumlah titik SPBU hingga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan Dinas Perhubungan setempat.
Di tingkat pengawasan, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika menyatakan bahwa para anggota legislatif daerah akan turun langsung ke daerah pemilihan masing-masing guna memantau distribusi serta memastikan ketersediaan BBM dan LPG bersubsidi sampai tepat sasaran.






