Sekitar 50 personel gabungan yang bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo sisi Jemplang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami gangguan kesehatan berupa batuk hingga pusing. Kondisi tersebut timbul akibat paparan asap pekat selama proses pemadaman serta kelelahan fisik di medan operasi.
Merespons situasi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Malang menerjunkan tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) langsung ke lokasi kebakaran untuk memeriksa kondisi para personel. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung pada Minggu (13/9) tersebut meliputi pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.
Dokter dari tim medis, dr. Anita, menjelaskan bahwa keluhan batuk dipicu oleh paparan asap kebakaran yang bercampur dengan udara kering selama musim kemarau di kawasan Bromo. Kondisi tubuh yang melemah akibat aktivitas fisik yang berat di lapangan turut mempercepat timbulnya gangguan pernapasan tersebut.
Kemenhut Terjunkan Tim Ahli Dalami Kebakaran Bromo

Selain batuk, penurunan kualitas udara akibat asap tebal berdampak pada berkurangnya pasokan oksigen menuju otak, yang memicu rasa pusing pada sejumlah petugas. Tim medis juga menemukan beberapa personel mengalami kenaikan tekanan darah yang disebabkan oleh kurangnya waktu istirahat di tengah upaya pemadaman api.
Kendati puluhan petugas mengalami keluhan fisik, hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ada personel yang terindikasi mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Di samping menangani keluhan pernapasan dan kelelahan, tim Dokkes turut memberikan pengobatan kepada seorang petugas gabungan yang mengalami luka bakar ringan pada bagian kaki kiri.
Gempa M4,9 Guncang Manggarai NTT Pagi Ini, Tak Potensi Tsunami

Sebagai langkah pencegahan dan pemulihan, tim Dokkes Polres Malang membagikan alat pelindung diri berupa masker serta suplemen vitamin kepada seluruh personel di lapangan. Pengawasan kesehatan bagi petugas pemadam karhutla ke depan akan terus dilakukan secara berkala melalui sistem piket yang bekerja sama dengan pihak puskesmas setempat.






