Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9). Suahasil menggantikan posisi Purbaya Yudhi Sadewa di jajaran Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Negara Kabinet Merah Putih. Pergantian ini menjadikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan ketiga dalam masa kepemimpinan Presiden Prabowo, setelah Sri Mulyani Indrawati dan Purbaya Yudhi Sadewa.
Usai prosesi pelantikan, Suahasil mengungkapkan bahwa Presiden menaruh perhatian besar pada ketahanan ekonomi nasional. Ia menegaskan tugas utama yang langsung diembankan kepadanya adalah mengawal stabilitas pasar dan makroekonomi.
"Pak Presiden memberikan tugas kepada saya untuk menjaga stabilitas ekonomi," ujar Suahasil.
Bengkel Velg Mulai Banyak Dikunjungi Pemilik Mobil Listrik, Apa Sebabnya?

Langkah perombakan ini mendapat respons positif dari pimpinan eksekutif dan legislatif. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ucapan selamat sekaligus optimismenya terhadap kepemimpinan baru di bendahara negara tersebut.
"Selamat untuk Pak Suahasil. Saya kira beliau figur yang tepat untuk mengelola APBN," kata Gibran.
Penilaian serupa disampaikan anggota Komisi XI DPR RI. Pengalaman panjang Suahasil dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan fiskal dinilai menjadikannya figur yang mumpuni untuk mengemban amanah sebagai Menteri Keuangan.
5 Kontroversi Purbaya Selama Setahun Jadi Menteri Keuangan

Sebelum menduduki kursi menteri, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan periode 2019–2024 dan kembali dipercaya menempati posisi yang sama pada awal pemerintahan Prabowo. Rekam jejak birokrasinya di Kementerian Keuangan juga mencakup posisi strategis sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Lahir di Jakarta pada 1970, Suahasil menuntaskan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Illinois at Urbana-Champaign di Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science serta Doctor of Philosophy (PhD) di bidang ekonomi. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan yang tercatat atas namanya berkisar Rp 13,8 miliar.
Pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan ini berlangsung cepat. Beberapa saat sebelum pelantikan pada Senin (14/9), Purbaya Yudhi Sadewa sempat menghadiri rapat kerja di DPD RI. Di tengah penyampaian materi, Purbaya mendadak menghentikan paparannya guna menerima panggilan telepon penting sebelum agenda reshuffle diumumkan secara resmi.






