Bursa Efek Indonesia mencatat sebanyak tujuh perusahaan berada dalam antrean atau pipeline pencatatan saham hingga 4 September 2026. Dari jumlah calon emiten tersebut, sektor kesehatan tercatat mendominasi proses penawaran umum perdana saham di pasar modal domestik.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengungkapkan bahwa hampir separuh dari calon emiten di dalam pipeline tersebut memiliki aset berskala jumbo. Secara perincian, terdapat tiga perusahaan yang tergolong memiliki aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, calon emiten lainnya terbagi ke dalam kategori skala menengah dan skala kecil. BEI mencatat dua perusahaan masuk dalam klasifikasi aset skala menengah dengan rentang aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Selanjutnya, dua perusahaan lainnya berada pada kategori skala kecil dengan total aset di bawah Rp50 miliar.
Bos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan Bisnis

Rincian Sektoral Pipeline IPO
Berdasarkan klasifikasi sektor usaha, sektor kesehatan memimpin antrean pencatatan dengan menyumbang sebanyak tiga perusahaan. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor energi yang mencatatkan dua perusahaan dalam daftar pipeline penawaran saham perdana.
Sektor barang konsumen primer dan sektor industri masing-masing mencatatkan satu perwakilan calon emiten. Sebaliknya, sejumlah sektor tercatat belum memiliki perwakilan di dalam pipeline per 4 September 2026. Sektor-sektor yang nihil calon emiten tersebut mencakup sektor bahan baku, barang konsumen non-primer, finansial, infrastruktur, properti, teknologi, serta transportasi dan logistik.
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1 Tertekan Saham Perbankan

Realisasi Pencatatan Saham Sepanjang 2026
Selain memaparkan kondisi pipeline, BEI juga mencatat realisasi pencatatan saham sepanjang tahun berjalan hingga 4 September 2026. Pada periode tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah resmi mencatatkan saham perdananya di bursa.
Dari aksi korporasi yang telah diselesaikan oleh ketujuh emiten tersebut, total penghimpunan dana yang berhasil diraup di pasar modal Indonesia mencapai angka Rp2,16 triliun.






