Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah meningkatkan operasi pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah menyusul lonjakan kejadian titik api di tengah ancaman kekeringan ekstrem.
Berdasarkan Analisis Dinamika Atmosfer Dasarian III Agustus 2026 yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada 2 September 2026, Indeks ENSO rata-rata tiga bulanan (Juni-Juli-Agustus) telah menyentuh angka 2,2. Angka tersebut mengonfirmasi terjadinya fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berdampak langsung pada penurunan curah hujan di tanah air.
Laporan rekapitulasi bencana BNPB dari Minggu (6/9) pukul 07.00 WIB hingga Senin (7/9) pukul 07.00 WIB mencatat karhutla mendominasi laporan kebencanaan di sejumlah daerah. Tim gabungan langsung diterjunkan untuk memadamkan kebakaran lahan di beberapa titik di Jawa Tengah, antara lain lahan seluas 2 hektare di kawasan Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten yang berhasil dipadamkan pada Minggu sore pukul 16.30 WIB tanpa korban jiwa.
Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana Indonesia

Peristiwa serupa terjadi di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen dengan area terbakar seluas 4 hektare pada Minggu pukul 15.30 WIB, serta kobaran api yang melalap lahan seluas 6,05 hektare di tiga desa di Kabupaten Banyumas鈥攎encakup Desa Gunung Wetan, Desa Wlahar, dan Desa Kalisube鈥攜ang tuntas ditangani petugas pada pukul 14.15 WIB.
Di wilayah luar Jawa, api juga melahap 4 hektare lahan di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, Sulawesi Selatan pada Minggu (6/9). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kondisi cuaca panas terik dan kering mempercepat rambatan api sebelum seluruh titik nyala berhasil ditaklukkan pada hari yang sama.
Angkasa Pura Siapkan Bus-Kereta Gratis di Bandara Alternatif Soetta

Guna mengantisipasi perluasan dampak, BNPB dan pemerintah daerah memprioritaskan upaya pengendalian karhutla di enam provinsi rawan, yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Kondisi kerentanan ini diperkuat oleh Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis BMKG yang menetapkan status Siaga (kategori merah) di sejumlah wilayah pada 20 provinsi, termasuk Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Maluku. Analisis BMKG per 7 September 2026 turut memetakan tingkat kemudahan terbakar pada lapisan atas permukaan tanah untuk 8 September 2026 berada pada tingkat mudah terbakar (kuning) hingga sangat mudah terbakar (merah).






