Pembentukan Holding Pharmacy Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 2020 menjadi tonggak awal perubahan struktural pada induk usaha farmasi nasional tersebut. Namun, pada rentang 2020 hingga 2022, fokus operasional perusahaan sempat tersita penuh untuk menangani dampak pandemi COVID-19 dan mengamankan pasokan vaksin secara nasional.
Memasuki 2023, agenda penataan organisasi mulai dipacu lebih terarah. Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya memaparkan perjalanan penataan korporasi yang kini bernaung di bawah Danantara, setelah sebelumnya berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN. Dalam keterangannya, langkah pembenahan difokuskan pada penguatan fundamental bisnis dan pemulihan kesehatan finansial perseroan.
Reorientasi Bisnis dan Efisiensi Operasional
Untuk memperkuat daya tahan jangka panjang, Bio Farma menerapkan strategi reorientasi bisnis. Pendekatan ini diarahkan pada dua hal utama, yakni peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional secara menyeluruh, serta perumusan model bisnis baru yang lebih berkesinambungan. Upaya tersebut ditujukan agar aktivitas usaha mampu menghasilkan arus kas mandiri yang memadai untuk menyokong kebutuhan korporasi.
Sektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir Tahun

Di samping operasional harian, perbaikan struktur keuangan dilakukan lewat berbagai skema pendanaan dan manajemen liabilitas. Perseroan menjalin koordinasi dengan para pihak kreditor guna menjalankan proses restrukturisasi utang. Langkah tersebut dibarengi dengan penarikan suntikan modal (capital injection) serta penyaluran pinjaman dari pemegang saham (shareholder loan).
Untuk menjaga stabilitas permodalan kerja dalam aktivitas harian dan pembiayaan program, Bio Farma juga mengoptimalkan instrumen supply chain financing dan project financing.
IHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1 Tertekan Saham Perbankan

Jalur Distribusi dan Ekspor Global
Di sektor komersial dan kesehatan masyarakat, Bio Farma mempertahankan posisinya sebagai produsen vaksin berskala internasional. Penyaluran produk vaksin hingga kini terus berjalan melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga global, termasuk UNICEF, Pan American Health Organization (PAHO), dan Global Alliance for Vaccines and Immunization (Gavi).
Selain memasok kebutuhan lewat organisasi multilateral, ekspansi pasar ekspor perseroan turut didukung oleh implementasi perjanjian bilateral yang dijalin langsung dengan berbagai negara tujuan.






