berputar.id
BerandaHukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman OnlinePopuler
Beranda/Nasional

Penjelasan BMKG Sejauh Mana Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Slamet PrabowoDiterbitkan 7 Sep 2026 - 13.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penjelasan BMKG Sejauh Mana Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau
Foto/Ilustrasi: Liputan6
A-A+

Erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat (4/9/2026) malam memicu dampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan transportasi udara. Demi melindungi para murid dari risiko paparan abu vulkanik, wilayah Lampung, Jabodeta, hingga Banten memutuskan untuk menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada saat yang sama, ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan demi menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan abu vulkanik yang terlontar ke atmosfer untuk memetakan wilayah terdampak dan potensi persebarannya.

Pola Sebaran Abu Berdasarkan Lapisan Ketinggian

Berdasarkan pengamatan BMKG, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terbagi ke dalam beberapa lapisan ketinggian atmosfer dengan arah yang berbeda:

  • Permukaan hingga Ketinggian 15.000 Kaki (ft): Sebaran abu teramati mengarah ke tenggara hingga barat laut. Cakupan area pada lapisan ini meliputi sebagian wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, Banten, serta perairan di sekitarnya.
  • Permukaan hingga Ketinggian 50.000 Kaki (ft): Sebaran abu teramati bergerak ke arah barat daya hingga barat. Pola sebaran ini mencakup wilayah Samudra Hindia di sebelah barat hingga barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten dengan arah menjauhi wilayah Indonesia.

Faktor yang Menentukan Jarak dan Durasi Partikel di Udara

Direktur Meteorologi Publik BMKG Dr. Ida Pramuwardani menjelaskan bahwa tidak ada angka pasti mengenai berapa lama debu vulkanik dapat melayang di udara maupun seberapa jauh jarak jangkauannya. Hal tersebut terjadi karena pergerakan debu dipengaruhi oleh sejumlah variabel alam, seperti kekuatan dan durasi erupsi, ukuran butiran partikel, ketinggian kolom erupsi, serta kondisi dan arah angin di atmosfer.

Baca Juga

68 Pendaki Terjebak Kebakaran di Gunung Bulu Saukang Maros Berhasil Dievakuasi

68 Pendaki Terjebak Kebakaran di Gunung Bulu Saukang Maros Berhasil Dievakuasi

Hal senada disampaikan oleh Direktur Meteorologi Penerbangan Achadi Subarkah. Ia menguraikan tiga faktor utama yang memengaruhi sebaran abu, yakni tinggi kolom erupsi ke udara, arah serta kecepatan angin di setiap level ketinggian, dan ukuran partikel yang terlempar. Partikel berukuran kecil yang terangkat hingga ke lapisan atas atmosfer berpotensi bertahan selama berhari-hari. Jika kecepatan angin pada lapisan tinggi tersebut bertiup kencang, partikel debu dapat terbawa hingga jarak yang jauh lebih luas.

Pemodelan Lintasan dan Pengujian di Lapangan

Hasil pemodelan BMKG mengindikasikan bahwa pergerakan abu vulkanik Anak Krakatau mengarah ke timur dan sempat mendekati ruang udara Jawa Tengah. Kendati lintasan abu berada di udara, partikel tersebut tidak serta-merta jatuh ke daratan dalam konsentrasi yang sama.

Pengujian langsung di permukaan darat dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional bandara. Hasil paper test yang dilaksanakan di Bandar Udara Kertajati menunjukkan hasil negatif, yang mengonfirmasi bahwa partikel abu vulkanik belum jatuh menyentuh area permukaan darat di lokasi tersebut.

Baca Juga

El Nino Sangat Kuat Landa RI, Kebakaran Hutan Terus Rambah Hutan-Lahan

El Nino Sangat Kuat Landa RI, Kebakaran Hutan Terus Rambah Hutan-Lahan

Pengaruh Debu Vulkanik terhadap Pembentukan Hujan

Selain melayang di udara, debu vulkanik memiliki interaksi fisik dengan proses cuaca. Menurut Dr. Ida Pramuwardani, debu vulkanik dapat berperan sebagai inti kondensasi yang mengikat uap air menjadi butir air (water droplet) atau kristal es, bergantung pada kandungan mineralnya. Namun, proses pembentukan awan dan hujan ini tetap memerlukan faktor pendukung utama lain, yaitu kelembapan udara yang cukup serta labilitas atmosfer yang kuat. Partikel debu saja tidak secara otomatis menciptakan awan hujan.

Keberadaan hujan juga memengaruhi konsentrasi abu di atmosfer:

  • Jika partikel debu vulkanik berada di dalam awan hujan, butiran air dan kristal es dapat mengikat partikel tersebut sehingga mengurangi konsentrasi debu di dalam awan.
  • Jika debu vulkanik berada di bawah awan hujan yang sedang turun, tetesan air hujan akan menangkap partikel debu dan membawanya jatuh ke permukaan tanah, membersihkan udara di bawahnya.

Kendati demikian, awan hujan umumnya hanya terbentuk pada ketinggian 3.000 hingga 45.000 kaki. Akibatnya, partikel debu vulkanik yang berada di lapisan atmosfer atas di atas 45.000 kaki tidak tersapu oleh air hujan dan tetap terdeteksi mengapung di udara.

Sumber: Liputan6

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGbencana alam

Berita Terbaru Lainnya

68 Pendaki Terjebak Kebakaran di Gunung Bulu Saukang Maros Berhasil DievakuasiEl Nino Sangat Kuat Landa RI, Kebakaran Hutan Terus Rambah Hutan-LahanSektor Kesehatan Dominasi Calon Emiten Bursa Jelang Akhir TahunBos Bio Farma Buka-bukaan Soal Transformasi & Pengembangan BisnisIHSG Ditutup Lesu, Turun 0,12% di Sesi 1 Tertekan Saham PerbankanPLN Buka Suara Soal PLTP Gunung Ungaran, Hormati Aspirasi MasyarakatKesehatan Dominasi Pipeline IPO BEI, Tiga Calon Emiten Beraset JumboFundamental Kokoh, BRI Perkuat Kontribusi ke Ekonomi Nasional

Paling Banyak Dibaca

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

Olahraga

Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live Streaming

7 Agu 2026

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

Ekonomi

Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per Liter

2 Agu 2026

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

Nasional

Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RI

4 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

Nasional

Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota Malang

9 Agu 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal UFC 330 Islam Makhachev vs Ian Garry dan Info Live StreamingOlahraga 路 7 Agu 2026
  2. 2Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Agustus 2026, Pertamax Turun Menjadi Rp 15.950 per LiterEkonomi 路 2 Agu 2026
  3. 3Festival Seni Colour of Indonesia Dorong Kreativitas Anak Menyambut HUT Ke-81 RINasional 路 4 Agu 2026
  4. 4Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  5. 5Tim Operasi Gabungan Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal di Kota MalangNasional 路 9 Agu 2026

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

HukumEkonomiNasionalInternasionalBisnisOlahragaTeknologiPolitikBantuan SosialBpjs KesehatanCPNSPinjaman Online

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap