Bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menyisakan dampak memprihatinkan bagi warga terdampak. Di Kabupaten Manggarai, satu keluarga terpaksa menyulap bangunan bekas kandang babi menjadi tempat berteduh sementara setelah rumah tinggal mereka hancur rata dengan tanah.
Kondisi tersebut dialami pasangan Seriani Wati Mengo dan suaminya, Siprianus Baeng, bersama tiga orang anak mereka di Kampung Nara, Dusun Wancang, Kecamatan Cibal. Rumah yang rusak berat akibat guncangan gempa itu sejatinya dibangun dari tabungan hasil kerja keras merantau di Kalimantan selama satu dekade.
Sebelum memutuskan menempati bekas kandang babi, keluarga ini sempat mengungsi di posko darurat. Namun, kondisi fasilitas penampungan yang berdebu serta rentan terpaan air hujan dinilai tidak layak huni, sehingga mereka memilih membersihkan dan memperbaiki area kandang sebagai lokasi perlindungan mandiri.
Terbongkar Aksi Encek Atur Narkoba Usai Ditangkap di Myanmar

Kehidupan keluarga ini kian terdesak lantaran aktivitas harian Seriani sebagai penenun dan petani lumpuh total pascabencana. Stok logistik pangan bantuan pemerintah yang tersisa di tempat tinggal mereka kini hanya sekitar tiga kilogram beras.
Selain kebutuhan pokok, keluarga tersebut memerlukan pasokan air bersih dan obat-obatan. Beban ekonomi kian terasa karena mereka harus memikirkan kelanjutan pendidikan ketiga anaknya yang saat ini menempuh pendidikan di bangku kelas III SMA, kelas II SMP, serta seorang anak bungsu berusia enam tahun.
19 Perusahaan Penyebab Kebakaran Hutan Ditindak di Tujuh Provinsi

Seriani berharap pihak pemerintah dapat meninjau langsung kondisi tempat tinggal darurat keluarganya di lapangan dan memberikan bantuan nyata guna merenovasi kembali rumah mereka yang mengalami kerusakan parah.






