Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei nasional terbaru mengenai tingkat keterwakilan masyarakat oleh partai politik (parpol). Berdasarkan temuan tersebut, mayoritas publik mengaku tidak merasa terwakili oleh keberadaan partai politik di Indonesia saat ini.
Dalam rilis survei tersebut, sebanyak 47,2 persen responden menyatakan bahwa mereka merasa tidak terwakili oleh partai politik. Angka ini menunjukkan adanya jarak persepsi antara masyarakat dan partai politik yang ada.
Keterwakilan Publik oleh Partai Politik
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menyampaikan hasil survei tersebut dalam konferensi pers daring pada Senin (31/8/2026). Hanta memaparkan bahwa kelompok masyarakat yang merasa tidak terwakili oleh parpol menjadi suara mayoritas responden.
Infografis, Gus Kikin, Kiai Entrepreneur Jadi Ketum PBNU

Di sisi lain, publik yang menyatakan merasa terwakili oleh partai politik jumlahnya tercatat lebih sedikit. Poltracking Indonesia mencatat hanya 29,9 persen responden yang merasa aspirasi serta kepentingannya terwakili oleh partai politik.
Sikap terhadap Partai di Luar Pemerintahan
Selain mengukur keterwakilan, Poltracking Indonesia turut menghimpun pandangan masyarakat mengenai posisi partai politik di luar pemerintahan atau oposisi. Keberadaan partai di luar pemerintahan dinilai penting oleh sebagian besar masyarakat.
Hasil survei mencatat sebanyak 58,5 persen responden menyatakan bahwa keberadaan partai politik di luar pemerintahan merupakan hal yang penting. Sebaliknya, hanya sebagian kecil responden, yaitu sebesar 12,8 persen, yang memandang kehadiran partai politik di luar pemerintahan tidak penting.
49 Orang jadi Tersangka Kerusuhan Demo DPR Usai Pemeriksaan Ratusan Massa

Metodologi Survei
Survei nasional Poltracking Indonesia ini dilaksanakan pada rentang waktu 14 hingga 20 Agustus 2026. Riset opini publik ini melibatkan sebanyak 1.220 responden dari berbagai daerah.
Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui metode wawancara tatap muka dengan responden. Survei ini memiliki batas kesalahan (margin of error) sebesar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.






