Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, memberikan tanggapan positif atas pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru. Rosan memandang pergantian kepemimpinan bendahara negara ini akan membawa angin segar bagi perekonomian nasional.
Rosan, yang mengaku sudah lama mengenal Suahasil, menilai mantan Wakil Menteri Keuangan tersebut memiliki rekam jejak yang solid serta penguasaan mendalam mengenai kebijakan fiskal. Pengalaman panjang tersebut diyakini menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas dan kesinambungan kebijakan ekonomi ke depan.
Suahasil Nazara dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9). Pengangkatan Suahasil untuk menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 97p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024–2029.
Pengalaman Panjang di Kementerian Keuangan
Penetapan Suahasil sebagai Menteri Keuangan melanjutkan peran panjangnya di kementerian tersebut. Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019, mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada periode pemerintahan Presiden Joko Widodo. Posisi wakil menteri tersebut kembali dipercayakan kepadanya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak Oktober 2024.
OTT KPK, Dirjen Pengendalian Tanah dan Ruang ATR Ditangkap

Jauh sebelum menduduki kursi pimpinan kementerian, Suahasil memegang peran kunci di Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Ia bertindak sebagai Pelaksana Tugas Kepala BKF pada Februari 2015 sebelum ditetapkan sebagai pejabat definitif pada Oktober 2016.
Suahasil juga mencatatkan keterlibatan dalam berbagai forum perumusan kebijakan publik dan ekonomi nasional, antara lain sebagai anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal (2009–2011), Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah (2009–2015), Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (2010–2015), serta anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (2013–2014).
Rekam Jejak Akademis
Di samping pengabdian di ranah birokrasi, Suahasil mengawali kariernya sebagai akademisi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sejak 1999. Ia mencapai jenjang akademik tertinggi sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada 2009.
17 Orang Ditangkap KPK dalam OTT BPN Bogor, Dirjen hingga Kepala Pertanahan

Selama di FEB UI, Suahasil memegang berbagai posisi manajerial akademik, seperti Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi (2004–2005), Kepala Lembaga Demografi (2005–2008), dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi (2009–2013).
Latar belakang pendidikannya diselesaikan di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1994, sebelum meraih gelar Master of Science dari Cornell University, Amerika Serikat, pada 1997, serta gelar doktor ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.






