Ribuan komentar negatif membanjiri akun media sosial rumah mode asal Amerika Serikat, Ralph Lauren, menyusul langkah perusahaan menampilkan aktris asal Israel, Gal Gadot, sebagai model untuk koleksi musim gugur 2026. Kehadiran bintang Hollywood tersebut memicu gelombang seruan boikot dari warganet di berbagai platform daring.
Seruan pemboikotan bermula dari penampilan Gal Gadot dalam majalah Modern Luxury edisi September 2026. Di majalah tersebut, Gadot tampil mengenakan busana dari koleksi musim gugur Ralph Lauren. Tak lama setelah edisi cetak itu beredar, Ralph Lauren turut mengunggah rangkaian foto sang aktris ke akun Instagram resminya.
Unggahan promosi tersebut langsung menuai reaksi keras dari publik. Kolom komentar di akun Instagram Ralph Lauren dipadati ribuan kritik yang menyuarakan penolakan terhadap keterlibatan Gadot. Menurut laporan International Business Times, kecaman serta ajakan memboikot produk rumah mode AS tersebut juga meluas ke platform X.
Pertamina Patra Niaga Buka Peluang Kemitraan SPBU di 25 Provinsi untuk Perluas Jangkauan Layanan

Hingga saat ini, pihak Ralph Lauren belum memberikan pernyataan resmi atau menanggapi reaksi keras yang diarahkan ke merek mereka. Foto-foto yang menampilkan Gal Gadot pun terpantau masih dipertahankan di akun resmi rumah mode tersebut.
Sorotan publik terhadap figur Gal Gadot berkaitan erat dengan latar belakang dan sikap politiknya. Gadot lahir, tumbuh besar, serta memegang kewarganegaraan Israel. Sebelum meniti karier akting di AS, ia telah menyelesaikan kewajiban militer selama dua tahun sebagai tentara Israel Defense Forces (IDF) dan sempat bertugas dalam perang di Lebanon pada 2006.
Pertamina Siap Dukung Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9 dan 10

Kritik terhadap sang aktris kian mengemuka menyusul sikap publik yang ia tunjukkan pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pada saat itu, Gadot secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap Israel dan menegaskan bahwa dunia tidak bisa hanya berdiam diri ketika aksi teror yang mengerikan sedang terjadi.






