Penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru dapat menular antarmanusia melalui percikan droplet dan kontak langsung dengan cairan pernapasan. Infeksi ini dapat dipicu oleh bakteri, virus, maupun jamur dengan tingkat keparahan yang bervariasi, tergantung pada kondisi daya tahan tubuh penderitanya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri Streptococcus pneumoniae kerap menyebar melalui kontak langsung dengan sekret pernapasan seperti air liur atau lendir. Banyak orang membawa bakteri ini di area hidung atau tenggorokan tanpa menunjukkan gejala atau jatuh sakit, namun tetap berpotensi menyebarkannya ke orang lain.
Selain itu, penularan juga terjadi pada jenis Mycoplasma pneumoniae, pemicu kondisi yang kerap disebut sebagai walking pneumonia. CDC mencatat bahwa infeksi M. pneumoniae umumnya bergejala ringan dan menular lewat droplet yang keluar saat pasien batuk atau bersin di ruang publik.
KPK Geledah 6 Lokasi di Jawa Tengah Terkait Kasus Dugaan Korupsi Rektor Unsoed

Faktor Risiko dan Langkah Pencegahan
Penularan kuman penyebab pneumonia memberikan dampak yang lebih berat pada kelompok rentan. Lansia, anak-anak, penderita penyakit kronis seperti diabetes, serta individu dengan sistem imun yang lemah menghadapi risiko komplikasi infeksi paru yang jauh lebih tinggi.
Untuk menekan risiko penularan infeksi pernapasan, otoritas kesehatan menganjurkan beberapa langkah perlindungan mandiri secara konsisten:
Jurnalis Doa Bersama untuk 5 Pewarta Foto Hilang di Selat Sunda

- Mencuci tangan secara teratur menggunakan air mengalir dan sabun.
- Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.
- Tidak menggunakan bersama barang-barang yang mudah terpapar cairan pernapasan.
- Menjaga jarak fisik saat merasa tidak enak badan atau sakit.
- Memakai masker ketika mengalami gejala gangguan pernapasan dan terpaksa berada di dekat orang lain.
Di samping protokol kebersihan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan pentingnya imunisasi. Pemberian vaksin menjadi benteng utama dalam mencegah infeksi paru-paru. Salah satu data proteksi medis menunjukkan bahwa vaksinasi RSV pada ibu hamil dapat menurunkan risiko infeksi paru-paru berat pada bayi hingga 72 persen.






