Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap peresmian LRT Jakarta untuk rute Kelapa Gading-Manggarai dapat segera terlaksana pada bulan September ini. Proyek transportasi publik berbasis rel tersebut dinilai telah siap beroperasi melayani masyarakat.
Pramono menyampaikan pernyataan tersebut saat berada di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/9). Ia menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur utama jalur LRT Kelapa Gading-Manggarai sudah tuntas secara menyeluruh.
"Yang pertama memang sudah siap dan sudah selesai sepenuhnya, baik itu persinyalan, perkeretaapian, dan semuanya. Saya berharap bahwa peresmian mudah-mudahan bisa diadakan pada bulan September ini," ujar Pramono.
Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup Kamper di Gerbong Kereta

Pembenahan Kolong Stasiun dan Integrasi Transjakarta
Selain kesiapan teknis lintasan dan sarana perkeretaapian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah membenahi area bagian bawah stasiun. Penataan difokuskan pada pembersihan sisa-sisa material konstruksi yang sebelumnya masih menumpuk di sekitar lokasi proyek.
Upaya pembenahan kolong stasiun tersebut dilakukan agar area sekitar stasiun dapat berfungsi optimal serta siap digunakan secara bersamaan, baik untuk operasional moda transportasi LRT itu sendiri, layanan Transjakarta, maupun masyarakat umum. Pramono juga memastikan bahwa integrasi antarmoda telah terwujud.
"Sekarang ini antara LRT nanti dengan Transjakartanya sudah terkoneksi dengan baik," kata Pramono, merujuk pada integrasi yang telah terjalin antara LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dengan rute Transjakarta.
Kejagung Sita Uang Rp5 Miliar dari Ferry Boboho Terkait Kasus Febrie

Rencana Perpanjangan Rute ke Dukuh Atas
Setelah penyelesaian jalur Kelapa Gading-Manggarai, Pemprov DKI Jakarta telah merencanakan pengembangan rute lanjutan. Lintasan LRT tersebut rencananya akan diperpanjang dari Manggarai menuju kawasan Dukuh Atas.
Perpanjangan rute dari Manggarai ke Dukuh Atas akan membentang sepanjang 2,1 kilometer. Untuk merealisasikan proyek perpanjangan jalur tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp600 miliar yang dialokasikan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.






