Aksi seorang penumpang perempuan yang marah-marah sambil menghirup kamper di dalam gerbong KRL Commuter Line sempat menyita perhatian publik di media sosial. Menanggapi insiden yang meresahkan penumpang tersebut, PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) mengambil langkah tegas terhadap pelaku.
Peristiwa itu bermula saat perjalanan kereta relasi Manggarai鈥揃ogor sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian tersebut diungkap oleh salah satu penumpang, Elsa Azzahra (27), melalui utas di akun Threads miliknya, @elsaazhp.
Elsa menceritakan bahwa perempuan tersebut sudah berteriak dan marah-marah sejak awal melangkah masuk ke pintu kereta. Tidak lama kemudian, perempuan itu menuju area tempat duduk dan menepuk Elsa serta beberapa penumpang lain dengan cukup keras agar diberikan kursi.
Viral Sopir TransJakarta Ugal-ugalan, Rem Mendadak-Penumpang Jatuh

Ketegangan berlanjut saat seorang penumpang di sebelahnya menutup hidung. Merespons tindakan tersebut, perempuan itu membalas dengan nada mengejek, lalu mengeluarkan kamper bulat berwarna merah muda dan menghirupnya sambil terus meluapkan emosi. Sepanjang perjalanan, ia juga sempat menuduh penumpang lain mengambil fotonya hingga memaksa orang tersebut membuka galeri ponsel. Penumpang tersebut akhirnya turun di Stasiun Tanjung Barat, sementara Elsa menyebut tidak melihat kehadiran petugas di gerbong selama kejadian berlangsung.
KAI Commuter Ambil Langkah Blacklist
Menanggapi video dan kabar yang beredar, KAI Commuter memastikan telah menjatuhkan sanksi larangan naik kereta (blacklist) terhadap perempuan tersebut.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa tindakan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban serta kenyamanan seluruh pengguna jasa angkutan massal tersebut.
Gempa Jakarta Hari Ini, LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal

"Untuk mencegah pengguna tersebut naik Commuter Line kembali dan tidak mengganggu pengguna lainnya, KAI Commuter memberikan tindakan blacklist pengguna tersebut," ujar Leza dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).
Leza menambahkan bahwa KAI Commuter sebenarnya telah menempatkan petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) sebanyak dua hingga tiga orang di setiap perjalanan untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan para penumpang.






