Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan parameter gempa bumi di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dari magnitudo 5,9 menjadi magnitudo 6,5. Peristiwa tektonik ini dipastikan merupakan jenis gempa dalam yang dipicu oleh aktivitas intraslab.
Pusat gempa terletak di laut pada koordinat 5,24° Lintang Selatan dan 106,78° Bujur Timur, berjarak sekitar 69 kilometer arah timur laut Kepulauan Seribu. Gempa memiliki hiposenter di kedalaman 368 kilometer. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa deformasi batuan terjadi melalui mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). BMKG memastikan kejadian ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Jangkauan Guncangan Meluas
Kendati berpusat di kedalaman ratusan kilometer, getaran gempa terdistribusi secara luas dan dirasakan dari wilayah Sumatra Barat hingga Jawa Timur.
Keracunan Massal MBG Toraja, Ayam Bumbu Kuning Positif Bakteri

Berdasarkan laporan BMKG, getaran dengan skala intensitas III MMI dirasakan di kawasan Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.
Sementara itu, getaran dengan intensitas II-III MMI terdata di berbagai wilayah lain, meliputi Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, Kabupaten Malang, Kota Bengkulu, Sumur, Padang, Mentawai, Pariaman, dan Solok Selatan.
Viral Sopir TransJakarta Ugal-ugalan, Rem Mendadak-Penumpang Jatuh

Karakteristik Gempa Intraslab
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi intraslab terjadi akibat pecahnya batuan di dalam lempeng tektonik yang menunjam (slab). Gempa kategori ini memiliki karakteristik pancaran guncangan (ground motion) yang jauh lebih kuat dibandingkan gempa dengan magnitudo setara dari sumber kegempaan lainnya.
Secara saintifik, gempa intraslab atau gempa menengah-dalam—yang juga kerap disebut gempa Benioff atau intra-plate—berkaitan erat dengan proses penunjaman lempeng bersudut tajam. Tegangan tarik ke bawah pada lempeng subduksi tersebut memicu terjadinya patahan sesar turun di kedalaman bumi.






