Hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, akhirnya keluar. Menu ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi ratusan pelajar dinyatakan positif tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli).
Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja, Yosefina Rombetasik, mengonfirmasi hasil pengujian tersebut berdasarkan laporan resmi dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Makassar pada Jumat (11/9). Temuan cemaran mikroba ini menjadi titik terang atas insiden gangguan kesehatan massal yang menimpa para siswa di daerah tersebut.
Hasil Uji Laboratorium BBPOM Makassar
Berdasarkan hasil uji laboratorium BBPOM Makassar, keberadaan bakteri E. coli pada olahan ayam bumbu kuning membuat makanan tersebut tidak memenuhi standar keamanan pangan. Bakteri ini dikenal dapat memicu gangguan pencernaan akut, termasuk keluhan mual, muntah, sakit perut, hingga diare.
"Pada sampel ayam masak bumbu kuning yang dikonsumsi SMP dan SD ditemukan positif mengandung bakteri Escherichia coli," ujar Yosefina, Jumat (11/9).
Viral Sopir TransJakarta Ugal-ugalan, Rem Mendadak-Penumpang Jatuh

Sebelumnya, sebanyak 193 siswa dari dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 di Tana Toraja, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan, klinik, dan rumah sakit. Para pelajar tersebut mengeluhkan gejala pusing, mual, dan muntah-muntah tidak lama setelah menyantap hidangan yang dibagikan dalam program MBG.
Rincian Pemeriksaan Menu Lain
Selain olahan ayam, BBPOM Makassar juga memeriksa sejumlah komponen makanan lain yang dibagikan kepada para siswa. Berdasarkan pengujian, sampel nasi putih, tempe mendoan, tumis sayur jagung, wortel, dan labu siam, serta lauk ikan nila dipastikan aman.
Menu-menu pendamping tersebut dinyatakan negatif dari cemaran mikrobiologi maupun bahan kimia berbahaya, seperti E. coli, Staphylococcus aureus, Salmonella, pewarna sintetis methanil yellow, sianida, hingga senyawa nitrit.
Gempa Jakarta Hari Ini, LRT Jabodebek Tetap Beroperasi Normal

Sementara itu, pada sampel buah pencuci mulut berupa irisan melon, uji mikrobiologi juga menunjukkan hasil negatif terhadap bakteri E. coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella. Namun, pemeriksaan kimia menemukan adanya kandungan nitrit dalam kadar kecil pada melon tersebut.
Yosefina menjelaskan bahwa temuan nitrit dalam jumlah sangat kecil pada buah dan sayuran merupakan hal yang dapat terjadi secara alami. Kondisi ini biasanya timbul akibat proses penyerapan unsur nitrat dari tanah atau air yang kemudian mengalami perubahan karena aktivitas bakteri alami.






