berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Nasional

Prabowo Ungkap Kaitan Kekayaan Migas dan Mineral dengan Konflik di Timur Tengah

Yolanda RumbayanDiterbitkan 31 Jul 2026 - 23.27 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Prabowo Ungkap Kaitan Kekayaan Migas dan Mineral dengan Konflik di Timur Tengah
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti akar permasalahan dari konflik yang terus berkecamuk di wilayah Timur Tengah. Pernyataan penting ini disampaikan oleh beliau dalam sebuah pertemuan strategis dengan jajaran Kadin Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan kaitan yang sangat erat antara kelimpahan sumber daya alam

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
dengan potensi terjadinya perang di suatu kawasan. Penjelasan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai alasan di balik ketegangan yang sering melanda negara-negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah.

Apa faktor utama yang memicu terjadinya konflik di kawasan Timur Tengah menurut pandangan Presiden Prabowo Subianto?

Menurut penjelasan Presiden Prabowo Subianto, perang yang terjadi di wilayah Timur Tengah utamanya disebabkan oleh melimpahnya sumber daya alam yang sangat strategis. Secara spesifik, beliau menyoroti keberadaan minyak, gas, serta berbagai jenis mineral lainnya yang melimpah ruah di kawasan tersebut. Kekayaan energi dan mineral ini memicu perebutan kepentingan selama bertahun-tahun yang menyebabkan konflik terus berulang tanpa henti. Kawasan Timur Tengah menjadi pusat perebutan karena banyaknya pihak yang menginginkan kendali penuh atas sumber daya yang sangat berharga tersebut untuk kepentingan mereka masing-masing.

Mengapa suatu negara atau kawasan yang kaya akan sumber daya alam sering kali menjadi sasaran target konflik?

Baca Juga

Cara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Cara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden Prabowo

Fenomena perebutan kekayaan ini digambarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai sebuah kutukan atau yang lazim disebut dengan istilah 'the curse'. Orang, negara, ataupun kawasan di bumi yang dianugerahi sumber daya alam yang begitu kaya sering kali secara otomatis menjadi sasaran pihak lain. Hal ini dikarenakan kekayaan alam tersebut menarik perhatian banyak pihak luar yang memiliki kepentingan ekonomi maupun politik. Dengan kekayaan berlimpah yang dimiliki oleh suatu wilayah, maka banyak pihak lain yang pada akhirnya berupaya keras untuk merebut kekayaan tersebut demi keuntungan mereka sendiri.

Bagaimana sejarah mencatat fenomena perebutan sumber daya alam serupa yang pernah terjadi di wilayah Nusantara pada masa lalu?

Indonesia sendiri memiliki catatan sejarah yang sangat panjang yang mencerminkan fenomena perebutan kekayaan alam oleh bangsa asing. Presiden Prabowo mencontohkan kejadian yang berlangsung pada rentang tahun 1500-an dan 1600-an. Pada masa itu, banyak sekali bangsa Eropa yang datang ke Nusantara untuk saling berebut komoditas rempah-rempah. Rempah-rempah pada abad tersebut menjadi komoditas yang sangat krusial dan kritikal bagi bangsa Eropa, sehingga memicu persaingan ketat untuk menguasai wilayah Indonesia yang memang sangat kaya akan berbagai sumber daya alam.

Mengapa rempah-rempah dan kayu dari wilayah Nusantara begitu diperebutkan oleh berbagai bangsa Eropa pada era tersebut?

Baca Juga

Rincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian Pertahanan

Rincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian Pertahanan

Pada rentang tahun 1500-an dan 1600-an, teknologi penyimpanan makanan modern seperti kulkas atau refrigerator sama sekali belum ditemukan. Bangsa-bangsa Eropa sangat memerlukan rempah-rempah dalam jumlah besar agar makanan mereka tidak cepat busuk. Hal ini sangat penting terutama jika mereka ingin memiliki angkatan laut yang kuat; apabila kapal ingin berlayar selama dua minggu, mereka mutlak membutuhkan rempah-rempah untuk mengawetkan perbekalan. Selain rempah-rempah, mereka juga datang mencari Nusantara karena sangat membutuhkan kayu-kayu berkualitas yang cocok untuk digunakan di laut dalam membangun armada kapal mereka.

Apa pesan dan pelajaran penting yang ditekankan oleh Presiden Prabowo bagi bangsa Indonesia terkait sejarah kekayaan alam ini?

Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengingatkan bahwa sejarah perebutan sumber daya alam di masa lalu harusnya membuat seluruh bangsa Indonesia belajar. Beliau menekankan bahwa kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah harus bisa dimanfaatkan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia sendiri. Kekayaan alam tersebut tidak boleh lagi dijarah oleh bangsa lain seperti yang pernah terjadi pada masa lampau. Kesadaran akan status sebagai negara yang kaya sumber daya alam sangat penting agar Indonesia tidak kembali menjadi sasaran empuk pihak asing yang ingin merebut kekayaan tersebut di masa depan.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Timur TengahPrabowo SubiantoKadin IndonesiaSumber Daya AlamSejarah Indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Rencana Tambahan Anggaran Transfer ke Daerah untuk Ratusan PemdaCara Kadin Menyikapi Dampak Geopolitik Usai Pertemuan dengan Presiden PrabowoRincian Kenaikan Tunjangan Kinerja TNI dan Pegawai Kementerian PertahananPembesaran Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Status Aktivitas TerkiniTransisi Energi Terbarukan sebagai Solusi Pengembangan Akuakultur Ramah LingkunganEtika Birokrasi dan Keamanan Publik, Mengapa Sayembara Begal Dedi Mulyadi Dinilai Tidak EtisTanggapan KPK atas Vonis Dua Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif Abdul WahidMenyikapi dan Memantau Keamanan Pasca-Aksi Massa Pesilat di Surabaya

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap