Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk segera menyiapkan skema produksi massal rumah modular tahan gempa bersama mitra industri. Kebijakan ini difokuskan guna mempercepat kesiapsiagaan infrastruktur di wilayah rentan bencana, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa teknologi rancangan lembaga riset tersebut telah memiliki bukti uji lapangan. Tiga unit rumah contoh yang dibangun pada periode 2021 hingga 2022 tercatat tetap berdiri utuh saat terjadi peristiwa gempa bumi. Kendati teknologinya telah teruji, BRIN terbentur batasan mandat kelembagaan yang tidak mengizinkannya melakukan fabrikasi komersial secara mandiri.
Untuk menjembatani riset dan kebutuhan lapangan, Prabowo meminta teknologi terapan tersebut langsung dihilirisasi melalui kerja sama manufaktur. Kemitraan dengan sektor industri ditargetkan mampu melipatgandakan ketersediaan unit rumah modular sekaligus menekan ongkos produksi agar lebih terjangkau bagi masyarakat di kawasan rawan gempa.
WN Palestina Pengungsi UNHCR Promosikan Paket Wisata Ditangkap di Bali

Pembahasan mitigasi bencana ini mengemuka di sela kunjungan kehormatan Presiden Timor Leste Jos茅 Ramos-Horta di Istana Merdeka. Dalam agenda tersebut, Ramos-Horta hadir bersama Duta Besar Roberto Soares dan Penasihat Senior Presiden Nelson Gaspar Ferreira Dos Santos, serta rombongan tokoh ilmuwan internasional.
Sejumlah penerima Nobel turut hadir dalam pertemuan bilateral tersebut, di antaranya Prof. Frances H. Arnold dan Prof. Benjamin List (Kimia), Sir Konstantin Novoselov dan Prof. Brian P. Schmidt (Fisika), Prof. Robert C. Merton dan Prof. James A. Robinson (Ekonomi), Sir Tim Hunt (Fisiologi), pegiat kemanusiaan Kailash Satyarthi (Perdamaian), astrofisikawan Prof. Sara Seager, serta fotografer Peter Badge.
Bak "Sungai Api", Potret Gunung Bromo Kembali Terbakar

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengajak para tokoh sains dunia tersebut menjalin kolaborasi dengan periset dan akademisi Tanah Air guna memperkuat ekosistem talenta riset nasional. Kolaborasi internasional semacam ini sebelumnya telah dirintis BRIN bersama ilmuwan Jepang Susumu Kitagawa dalam pengembangan teknologi Metal Organic Framework (MOF), yang kini tengah dipersiapkan melalui fasilitas sister lab di Indonesia untuk memproduksi gas alam bertekanan rendah.






