Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa dirinya meniru jejak langkah politik Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jalur yang ditempuh keduanya memiliki pola serupa, yakni terjun ke dunia politik dan mendirikan partai politik selepas pensiun dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) hingga akhirnya berhasil meraih kursi presiden.
Pengakuan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang dirangkaikan dengan perayaan ulang tahun ke-77 SBY di Jakarta pada Rabu (9/9/2026).
Kendati menempuh peta jalan politik yang sama dengan mendirikan partai setelah purnatugas dari militer, Prabowo menuturkan bahwa perjalanan pribadinya menuju kursi kepresidenan membutuhkan ikhtiar yang jauh lebih panjang. Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya harus mencoba berkali-kali dan sempat mengalami empat kali kegagalan dalam kontestasi politik sebelum akhirnya menerima mandat dari rakyat.
KPK Sita Rp3,5 Miliar dari Ahmad Ali Terkait Korupsi Hauling Batu Bara di Kukar

"Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima," kata Prabowo dalam pidatonya di hadapan para kader Demokrat.
Refleksi Hubungan di Akmil dan Apresiasi Politik
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengenang kebersamaannya dengan SBY saat masih mengenyam pendidikan di Akademi Militer (Akmil). Prabowo menceritakan bahwa keduanya masuk dalam angkatan yang sama, meski SBY lulus lebih dahulu.
Prabowo sempat melontarkan kelakar mengenai perbedaan reputasi mereka berdua saat masih berstatus sebagai taruna militer. Menurutnya, SBY sejak awal telah memperlihatkan kualitas sebagai taruna terbaik, sementara dirinya mengibaratkan diri sebagai taruna yang masih perlu diperbaiki.
Kemenhut Tangkap Buron Pemodal Pembalakan Liar di Kalimantan Tengah

Selain bernostalgia mengenai masa dinas militer, Prabowo turut mengapresiasi kedewasaan Partai Demokrat dalam menyikapi pasang-surut kekuasaan. Ia menilai Demokrat tetap menjaga etika berpolitik dengan baik, baik saat berada di pucuk pemerintahan maupun ketika berada di luar lingkaran kekuasaan, tanpa melontarkan caci maki ataupun melakukan tindakan destruktif.
Sebagai bentuk penghormatan dan buah tangan dalam perayaan tersebut, Prabowo menyerahkan dua buku karya tulisnya sendiri kepada para kader Partai Demokrat, yakni buku berjudul Paradoks Indonesia dan Solusinya serta Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045.






