berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Hukum

Polisi Buru Debt Collector DPO Kasus Pembacokan Pesilat di Surabaya

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 05.58 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Polisi Buru Debt Collector DPO Kasus Pembacokan Pesilat di Surabaya
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya tengah memburu satu orang yang telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pembacokan yang melibatkan oknum penagih utang atau debt collector terhadap petugas parkir. Kasus penganiayaan ini memicu ketegangan setelah diketahui bahwa petugas yang menjadi korban pembacokan tersebut merupakan anggota dari kelompok pesilat PSHT

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal
.

Peristiwa kekerasan tersebut memicu aksi solidaritas berskala besar. Pada Jumat (31/7), ribuan anggota kelompok silat PSGT mulai berdatangan dan berkumpul di Polrestabes Surabaya untuk menggelar aksi terkait peristiwa pembacokan yang dilakukan oleh oknum penagih utang tersebut. Setelah mendatangi markas kepolisian, ribuan pesilat kemudian berbondong-bondong melakukan konvoi kendaraan sejauh 5,8 kilometer menuju kantor debt collector yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Surabaya.

Guna mengantisipasi bentrokan lebih lanjut, aparat keamanan melakukan penyekatan dan menutup akses di persimpangan Jalan RA Kartini. Lokasi penyekatan ini hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter dari kantor yang menjadi titik tujuan massa. Langkah pengamanan ini sempat memicu ketegangan di lapangan karena massa kecewa tidak dapat melintas. Kelompok massa tersebut dilaporkan melakukan pelemparan botol, batu, dan kayu ke arah petugas. Akibat insiden pelemparan tersebut, seorang personel TNI dilaporkan terluka di bagian wajah. Sebelumnya, aksi penggerudukan oleh sejumlah massa menggunakan kendaraan roda dua juga sempat terjadi di markas debt collector di Jalan Teuku Umar sejak Sabtu (25/7) malam hingga Minggu (26/7) dini hari.

Baca Juga

Hasil Operasi Berantas Jaya 2026, Mayoritas Pelaku Curanmor Berada di Usia Produktif

Hasil Operasi Berantas Jaya 2026, Mayoritas Pelaku Curanmor Berada di Usia Produktif

Kasus ini berawal dari upaya penarikan kendaraan yang berujung pada penganiayaan dan pembacokan terhadap dua pesilat yang berprofesi sebagai petugas valet parkir di kawasan Tegalsari, Surabaya. Insiden bermula pada Sabtu (25/7) dini hari di area parkir tempat hiburan malam di Jalan Basuki Rahmat. Saat itu, seorang debt collector berinisial SL (36) mengetahui keberadaan satu unit mobil Suzuki Karimun Wagon R GL MT dengan nomor polisi W 1508 AW terparkir di lokasi tersebut. Mobil itu hendak ditarik oleh SL karena memiliki tunggakan pembayaran di salah satu bank swasta.

Untuk melancarkan aksinya, SL mengajak tiga orang rekannya yang diidentifikasi dengan inisial P, J, dan M. Setelah sempat ditolak masuk ke dalam tempat hiburan malam, rekan-rekan tersangka menyisir area sekitar dan menemukan orang yang mereka cari tengah bersembunyi di dalam Kafe TGC. Setelah memastikan targetnya, kelompok pelaku tersebut mengambil senjata tajam jenis parang yang sebelumnya telah disiapkan di dalam bagasi mobil.

Penyerangan bersenjata tajam tersebut kemudian diarahkan kepada petugas valet yang sedang berada di lokasi. Akibat serangan ini, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka. Korban luka terdiri dari dua petugas valet parkir dan satu orang dari kelompok pelaku sendiri yang tidak sengaja terkena sabetan parang milik SL. Setelah melakukan pembacokan, barang bukti berupa senjata tajam dan pakaian yang dikenakan oleh tersangka dibuang ke Sungai Gunungsari.

Baca Juga

Membedah Modus Curanmor dan Hasil Operasi Berantas Jaya Polda Metro Jaya

Membedah Modus Curanmor dan Hasil Operasi Berantas Jaya Polda Metro Jaya

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, mengonfirmasi pada Selasa (28/7) bahwa tersangka utama pembacokan, yakni SL, telah menyerahkan diri ke Polrestabes Surabaya pada Minggu (26/7). Polisi kini menahan SL dan menjeratnya dengan Pasal 262 KUHP tentang tindak pidana kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang atau barang di muka umum. Sementara itu, satu pelaku lainnya masih berstatus DPO dan terus diburu oleh pihak kepolisian.

Terkait kondisi korban, kuasa hukum korban yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi Setia Hati Kota Surabaya, HM Rosadin, memberikan penjelasan. Ia menyatakan bahwa kliennya saat ini sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Kendati demikian, korban masih menjalani masa pemulihan intensif dan belum dapat beraktivitas secara normal akibat luka yang dideritanya.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kriminalitasDPOPSHTPolrestabes SurabayaDebt CollectorPembacokan

Berita Terbaru Lainnya

Airbus A380-800 Emirates Akan Hadir di Bandara Soekarno-Hatta Khusus untuk Tur Pramusim 2026Sampoerna Pertahankan Kepemimpinan Pasar di Semester I 2026 Meski Segmen SKT MenurunHasan Nasbi Tegaskan Kritik Balik Pemerintah Ditujukan untuk Kelompok Londo IrengHasil Operasi Berantas Jaya 2026, Mayoritas Pelaku Curanmor Berada di Usia ProduktifKPK Tegaskan Pemanggilan Menteri Kehutanan Raja Juli Bergantung pada Kecukupan Alat BuktiStrategi Pertamina dalam Menjaga Ketahanan Energi NasionalPenampakan Beruang Kutub Mandi Es Saat Gelombang Panas di Kebun Binatang PrahaPertamina dan Pemprov Jawa Barat Berkolaborasi Olah Sampah Jadi Hidrogen Rendah Karbon

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap