berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Bisnis

Penyebab Situational Awareness Mengalami Kerugian Ratusan Triliun Rupiah di Sektor Teknologi

Ance RundenganDiterbitkan 1 Agu 2026 - 03.01 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Situational Awareness Mengalami Kerugian Ratusan Triliun Rupiah di Sektor Teknologi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Dunia investasi global dikejutkan oleh krisis keuangan yang menimpa dana lindung nilai atau hedge fund bernama Situational Awareness. Perusahaan yang didirikan oleh mantan peneliti OpenAI, Leopold Aschenbrenner, tersebut dilaporkan terpaksa menjual seluruh portofolio saham publiknya di bursa. Keputusan drastis ini diambil setelah perusahaan mengalami kerugian besar akibat anjloknya saham-saham di sektor kecerdasan buatan. Bagi para pengamat pasar modal, kejatuhan ini memunculkan berbagai pertanyaan terkait strategi investasi dan pengelolaan risiko. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai krisis yang melanda dana kelolaan bernilai ratusan triliun rupiah tersebut.

Siapa sebenarnya Leopold Aschenbrenner dan bagaimana latar belakangnya sebelum mendirikan Situational Awareness? Leopold Aschenbrenner adalah seorang figur muda berusia 25 tahun yang dikenal memiliki rekam jejak akademis cemerlang. Ia merupakan lulusan terbaik dari Universitas Columbia yang berhasil menyelesaikan pendidikannya pada usia 19 tahun. Sebelum merintis perusahaan dana lindung nilai miliknya sendiri, Aschenbrenner sempat bekerja dan menjadi bagian dari tim Superalignment di perusahaan teknologi OpenAI. Namun, perjalanan kariernya di sana berakhir pada tahun 2024. Ia dipecat oleh OpenAI karena dituduh membocorkan informasi internal perusahaan kepada pihak luar. Menanggapi tuduhan tersebut, Aschenbrenner dengan tegas membantahnya. Ia mengklarifikasi bahwa dokumen yang dibagikannya kepada peneliti luar sama sekali bukan informasi rahasia perusahaan, melainkan sekadar bahan diskusi yang berfokus pada keamanan pengembangan kecerdasan buatan. Setelah keluar dari OpenAI pada tahun 2024, ia memutuskan untuk mendirikan Situational Awareness.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Berapa besar total aset yang dikelola oleh Situational Awareness sebelum krisis melanda? Pada awal bulan Juli, Situational Awareness tercatat memiliki dana kelolaan yang sangat fantastis. Perusahaan ini mengelola aset dengan total nilai mencapai 45 miliar dolar Amerika Serikat. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah dengan asumsi kurs Rp16.250 per dolar Amerika Serikat, nilai total aset yang dikelola tersebut setara dengan sekitar Rp730 triliun. Angka yang besar ini menunjukkan tingkat kepercayaan yang sempat diberikan oleh para investor terhadap strategi Aschenbrenner di sektor teknologi, sebelum akhirnya nilai portofolio tersebut menyusut tajam dalam waktu singkat akibat rentetan kerugian di pasar saham.

Baca Juga

Strategi Menghadapi Penahanan Suku Bunga The Fed Saat Berinvestasi Bitcoin

Strategi Menghadapi Penahanan Suku Bunga The Fed Saat Berinvestasi Bitcoin

Apa faktor utama yang memicu kerugian besar pada portofolio investasi Situational Awareness? Kerugian masif yang dialami oleh dana lindung nilai ini utamanya bersumber dari dua strategi yang meleset di bursa saham. Pertama, terjadi penurunan harga yang sangat tajam pada saham-saham perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan. Berdasarkan dokumen regulator pada akhir kuartal pertama, investasi terbesar perusahaan ditempatkan pada Nebius Group, Sandisk, Micron, dan CoreWeave. Sepanjang bulan Juli 2026, seluruh saham dari keempat perusahaan tersebut anjlok lebih dari 35 persen. Selain itu, jatuhnya harga saham produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, turut memperlebar kerugian. Kedua, Situational Awareness menerapkan strategi posisi short, yaitu taruhan untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan harga saham, pada perusahaan perangkat lunak seperti Adobe. Strategi ini justru berbalik menjadi petaka dan merugi besar karena harga saham Adobe malah mengalami kenaikan.

Bagaimana upaya penyelamatan dan pemenuhan kewajiban keuangan yang sedang dilakukan oleh perusahaan? Kondisi kerugian yang parah membuat bank dan broker yang menjadi mitra Situational Awareness harus bergerak cepat. Mereka kini berusaha keras mengumpulkan dana tunai agar hedge fund tersebut mampu memenuhi margin call, yakni kewajiban untuk menambah dana jaminan akibat nilai investasi pinjaman yang turun drastis. Dalam proses ini, beberapa bank investasi besar seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase turut membantu perusahaan untuk mengurangi kepemilikan investasinya secara bertahap di pasar. Di tengah tekanan likuiditas tersebut, hedge fund Citadel yang dimiliki oleh miliarder Ken Griffin dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk membeli seluruh portofolio saham publik milik Situational Awareness.

Baca Juga

Kinerja Sampoerna Semester I 2026, Pertahankan Pangsa Pasar dan Beri Dampak Ekonomi Lokal

Kinerja Sampoerna Semester I 2026, Pertahankan Pangsa Pasar dan Beri Dampak Ekonomi Lokal

Apakah benar Situational Awareness juga berencana menjual saham kepemilikannya di perusahaan Anthropic? Di tengah krisis likuiditas dan penjualan aset besar-besaran, sempat beredar kabar bahwa Situational Awareness sedang menjajaki kemungkinan untuk menjual kepemilikan sahamnya di perusahaan kecerdasan buatan Anthropic. Penjualan aset swasta sering kali menjadi opsi terakhir bagi dana lindung nilai yang membutuhkan uang tunai cepat. Akan tetapi, rumor mengenai penjualan saham Anthropic ini telah dibantah secara resmi oleh pihak internal. Seorang juru bicara Situational Awareness memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa saham kepemilikan mereka di perusahaan kecerdasan buatan tersebut sama sekali tidak sedang dipasarkan untuk dijual kepada pihak mana pun.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InvestasiSituational AwarenessLeopold AschenbrennerHedge FundSaham Kecerdasan Buatan

Berita Terbaru Lainnya

Memantau Tanda Tanda Ketegangan Militer di Semenanjung KoreaJejak Ratusan Ribu Alutsista Ukraina yang Hilang dan Ancaman Mafia Cosa NostraRincian Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi Pertamina per 1 Agustus 2026Strategi Bank Swasta Jaga Kualitas Kredit di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026Fokus Pemeriksaan Tematik BPK untuk Mengawal Ketahanan Energi Nasional Semester II 2026Kinerja Keuangan dan Penjualan Indofood pada Semester Pertama 2026Peran Strategis Terminal LPG Tanjung Sekong dalam Menjaga Pasokan Energi NasionalBGN Setujui Penggunaan Beras Fortifikasi Bulog untuk Program Makan Bergizi Gratis

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

Ekonomi

Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&B

30 Jul 2026

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

Hukum

Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak Sah

31 Jul 2026

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

Ekonomi

Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026

30 Jul 2026

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

Pariwisata

Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata Antarnegara

30 Jul 2026

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

Ekonomi

Memahami Kinerja Keuangan dan Langkah Investasi CDIA pada Semester I 2026

30 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Digitalisasi Administrasi Back Office untuk Mendukung Ekspansi Bisnis Ritel dan F&BEkonomi 路 30 Jul 2026
  3. 3Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Roy Suryo atas Penahanan Tidak SahHukum 路 31 Jul 2026
  4. 4Pertumbuhan Investasi Kota Batam pada Semester I 2026Ekonomi 路 30 Jul 2026
  5. 5Transportasi Publik Kini Jadi Kanal Strategis Promosi Pariwisata AntarnegaraPariwisata 路 30 Jul 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap