berputar.id
BerandaRegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita LokalBisnisMarketEdukasiOlahragaLingkunganTeknologiPolitik & HukumBerita NasionalHiburanPerjalanan & WisataCuacaSepak BolaPolitikTravelPopuler
Beranda/Kesehatan

Penyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Langkah Tepat Mengatasinya

Sri NugrohoDiterbitkan 1 Agu 2026 - 15.59 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Penyebab Kaki Kram Saat Tidur dan Langkah Tepat Mengatasinya
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Kram saat tidur atau yang dikenal dalam dunia medis sebagai nocturnal leg cramps merupakan kondisi kesehatan yang kerap dialami oleh banyak orang. Fenomena ini ditandai dengan adanya kontraksi otot secara mendadak yang memicu rasa nyeri tajam. Rasa sakit akibat ketegangan otot tersebut utamanya dirasakan pada area betis, paha, hingga menjalar ke bagian telapak kaki. Serangan kram pada malam hari ini umumnya berlangsung dalam durasi yang bervariasi, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit. Meskipun durasinya mungkin terasa singkat, kejutan rasa sakit yang ditimbulkan sering kali membuat penderitanya terbangun dari tidur yang nyenyak dan menyisakan rasa pegal yang cukup mengganggu pada area otot yang terdampak.

Ada beragam faktor yang menjadi pemicu timbulnya kram kaki pada malam hari. Beberapa pemicu utama nocturnal leg cramps meliputi kelelahan otot, minimnya aktivitas fisik, posisi tidur yang keliru, hingga terganggunya keseimbangan cairan dan mineral di dalam tubuh. Aktivitas fisik yang berlebih, seperti berolahraga dengan intensitas tinggi atau berdiri dalam durasi yang sangat lama sepanjang hari, dapat membuat otot-otot kaki mengalami kelelahan berat. Kondisi kelelahan ekstrem inilah yang kemudian rentan memicu kontraksi atau kejang otot tanpa kendali saat tubuh sedang beristirahat pada malam hari. Di sisi lain, minimnya aktivitas fisik juga turut menyumbang risiko terjadinya kram karena otot tidak terbiasa bekerja secara optimal.

berputar.id

Copyright 2026 berputar.id - All Rights Reserved.

Kategori

RegionalNewsHukumBeritaSosialKesejahteraan SosialEkonomiEkonomi & BisnisNasionalDuniaMetroInternasionalOtomotifKeuanganKulinerEnergiKriminalGeneral NewsEkonomi & EnergiKesehatanPariwisataGaya HidupSains & TeknologiBerita UmumBerita UtamaBerita Lokal

Selain faktor kelelahan, hidrasi tubuh memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga fungsi otot. Dehidrasi berdampak langsung pada keseimbangan cairan di dalam tubuh. Saat tubuh kekurangan cairan, keseimbangan elektrolit vital seperti natrium, kalium, dan magnesium menjadi terganggu. Penurunan kadar elektrolit ini secara langsung akan meningkatkan sensitivitas otot terhadap kram. Posisi tubuh saat tidur juga memberikan pengaruh yang signifikan. Ketika telapak kaki berada dalam posisi menekuk ke bawah atau plantar flexion dalam waktu yang lama saat tidur, otot betis akan memendek dan menjadi tegang. Kondisi ini membuat otot betis menjadi sangat rentan mengalami kram mendadak.

Baca Juga

Cara Membudayakan Inovasi di Daerah Melalui Pendekatan Bantul Innovation Award Tahun 2026

Cara Membudayakan Inovasi di Daerah Melalui Pendekatan Bantul Innovation Award Tahun 2026

Kondisi kram kaki pada malam hari ini diketahui jauh lebih sering dijumpai pada kelompok usia dewasa hingga kalangan lanjut usia. Tingginya frekuensi kram pada populasi yang lebih tua ini memiliki kaitan yang sangat erat dengan proses penuaan alami pada tubuh manusia. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan alami pada massa otot, penurunan fungsi saraf pendukung, serta perubahan pada sistem metabolisme tubuh. Kombinasi dari penurunan fungsi fisiologis inilah yang membuat kelompok dewasa dan lansia lebih rentan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba ketika mereka sedang tertidur pulas.

Meskipun sering dianggap sebagai keluhan ringan, kram kaki yang terjadi secara berulang juga bisa menjadi sinyal peringatan adanya masalah kesehatan mendasar yang lebih serius. Beberapa kondisi medis yang kerap dikaitkan dengan kram kaki berulang antara lain adalah gangguan ginjal, diabetes, kelainan tiroid, anemia, hingga penyakit neuropati atau gangguan saraf. Terkait dengan kesehatan saraf, sebuah penelitian terbaru juga mengungkap temuan penting mengenai fungsi saraf pada manusia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa retrotransposon di dalam DNA manusia dapat merusak sel saraf dan memicu peradangan, yang berpotensi terkait dengan penyakit saraf degeneratif seperti Alzheimer dan ALS.

Baca Juga

Rencana Pertarungan Sebastian Fundora Melawan Ermal Hadribeaj dan Kabar Tinju Dunia

Rencana Pertarungan Sebastian Fundora Melawan Ermal Hadribeaj dan Kabar Tinju Dunia

Mengingat kram kaki bisa menjadi indikasi awal dari penyakit penyerta lainnya, langkah penanganan yang tepat sangat diperlukan. Jika kram kaki timbul akibat kelelahan atau posisi tidur, penyesuaian aktivitas fisik dan menjaga asupan cairan dapat membantu meminimalkan gejalanya. Namun, segera konsultasikan diri ke dokter apabila kram kaki terjadi sangat sering atau berlangsung dalam durasi yang panjang. Pemeriksaan medis juga sangat disarankan jika kram tersebut disertai dengan gejala penyerta lainnya, seperti pembengkakan, rasa kebas atau mati rasa, kelemahan otot, hingga adanya perubahan warna kulit pada area kaki yang terdampak.

Ikuti berputar.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatankram kakigangguan tidurgaya hidup

Berita Terbaru Lainnya

Fakta Menarik Perkembangan QRIS, Dari Merchant UMKM hingga Transaksi AntarnegaraIHSG Bangkit Setelah Melemah Enam Hari, Begini Peta Pergerakan Dana AsingOJK Catat Investor Kripto Didominasi Pria, Perempuan Dinilai Lebih Sadar RisikoPenyebab dan Kronologi Kebakaran Hotel Pullman di Jakarta BaratStrategi InJourney Menjadikan MotoGP Mandalika Penggerak Ekonomi Pariwisata IndonesiaIHSG Melesat Dekati Level 6.200, Investor Asing Borong 10 Saham PilihanMemahami Kinerja Keuangan dan Arah Transformasi Bisnis Telkom IndonesiaArah Pergerakan Rupiah Usai Tembus Level Rp18.100 per Dolar AS

Paling Banyak Dibaca

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

Internasional

Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri Ditangkap

30 Jul 2026

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

Ekonomi

Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar Global

1 Agu 2026

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

Ekonomi

Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab Saudi

1 Agu 2026

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

Hukum

Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan Hukumnya

1 Agu 2026

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

Nasional

Cara Memahami Transisi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Pascaputusan MK

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Skandal Korupsi Ekspor Durian Vietnam, Wakil Menteri DitangkapInternasional 路 30 Jul 2026
  2. 2Panduan Membaca Pergerakan IHSG ke Level 6.236 dan Sentimen Pasar GlobalEkonomi 路 1 Agu 2026
  3. 3Menganalisis Peluang Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026Olahraga 路 1 Agu 2026
  4. 4Harga Minyak Dunia Kembali Melemah di Tengah Rencana Koalisi Maritim Arab SaudiEkonomi 路 1 Agu 2026
  5. 5Kronologi Lengkap Kasus Pembunuhan Keluarga di Warakas dan Tuntutan HukumnyaHukum 路 1 Agu 2026
Bisnis
Market
Edukasi
Olahraga
Lingkungan
Teknologi
Politik & Hukum
Berita Nasional
Hiburan
Perjalanan & Wisata
Cuaca
Sepak Bola
Politik
Travel

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap