Pengembangan sektor pariwisata di Indonesia terus memerlukan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata di tingkat internasional. Sebagai perusahaan induk atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) yang lebih dikenal dengan nama InJourney, memegang peran krusial dalam memajukan industri ini. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Maya Watono, InJourney memiliki komitmen penuh untuk mengoptimalkan berbagai potensi pariwisata nasional yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Salah satu strategi utama yang kini menjadi fokus pengembangan holding BUMN ini adalah memanfaatkan perhelatan olahraga internasional skala besar sebagai mesin penggerak ekonomi pariwisata. Ajang balap bergengsi MotoGP yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dinilai sebagai salah satu katalisator paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut.
Penyelenggaraan ajang balap internasional MotoGP di Sirkuit Mandalika tidak sekadar berfungsi sebagai kompetisi balap motor kelas dunia yang menghibur para penonton, melainkan juga bertransformasi menjadi instrumen penting bagi pembangunan ekonomi lokal dan daerah. Dalam pelaksanaan acara akbar yang menyedot perhatian dunia ini, InJourney mendorong peran aktif masyarakat sekitar guna memastikan adanya dampak positif yang langsung dirasakan oleh warga. Secara spesifik, InJourney melibatkan sebanyak 3.000 orang sumber daya manusia (SDM) lokal dalam berbagai aspek pelaksanaan MotoGP. Penyerapan ribuan tenaga kerja lokal dalam operasional acara ini menjadi sebuah langkah strategis untuk memastikan bahwa perputaran ekonomi dari gelaran kelas dunia dapat terdistribusi dengan baik di wilayah NTB. Selain itu, keterlibatan langsung ini juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi dan keahlian SDM lokal dalam mengelola acara bertaraf internasional.
Bukan Iran! Wilayah Arab Jadi Titik Tempur Baru, Dunia Ikut Terancam

Di samping memperkuat keterlibatan masyarakat di tingkat daerah, InJourney juga terus berupaya keras untuk meningkatkan kualitas pariwisata dalam negeri agar memiliki daya saing yang tinggi. Hal ini menjadi sangat penting mengingat Indonesia harus bersaing secara ketat dengan negara-negara tetangga di kawasan regional yang juga memiliki sektor pariwisata maju, seperti Singapura. Untuk memenangkan persaingan tersebut, InJourney menjadikan peningkatan kemudahan layanan konektivitas penerbangan dan transportasi sebagai salah satu prioritas utama. Melalui perbaikan dan integrasi layanan konektivitas yang komprehensif, InJourney menargetkan lonjakan arus masuk wisatawan asing ke dalam negeri. Layanan konektivitas yang efisien, terpadu, dan memadai dianggap sebagai kunci sukses agar para wisatawan internasional dapat menjangkau berbagai destinasi unggulan di Indonesia, termasuk Mandalika, dengan pengalaman perjalanan yang mudah dan nyaman.
Daya tarik penyelenggaraan MotoGP di Mandalika juga diproyeksikan akan semakin kuat dengan rencana tampilnya talenta balap nasional yang siap mengharumkan nama bangsa. Pembalap kebanggaan Indonesia, yakni Veda Ega Pratama dan Mario Aji, diharapkan dapat ikut bertanding secara langsung di ajang MotoGP pada musim kompetisi tahun 2026 mendatang. Kehadiran para pembalap tanah air di arena kompetisi tingkat dunia ini diperkirakan akan menyedot perhatian dan antusiasme yang luar biasa dari para penggemar otomotif di seluruh penjuru negeri. Lebih dari itu, partisipasi mereka diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan nasional serta menambah daya pikat destinasi wisata olahraga di Mandalika bagi para pengunjung, baik dari pasar domestik maupun mancanegara yang ingin menyaksikan langsung pahlawan olahraga mereka berlaga.
Detik-Detik Helikopter TV Jatuh saat Siaran, Jurnalis Tewas

Seluruh komitmen, penjabaran rencana, dan jurus strategis tersebut disampaikan secara resmi oleh Direktur Utama InJourney, Maya Watono, kepada publik. Penjelasan mendalam ini diungkapkan dalam sebuah sesi dialog pada program Closing Bell yang ditayangkan oleh stasiun televisi CNBC Indonesia. Dalam wawancara yang dipandu oleh pembawa acara Shafinaz Nachiar pada hari Jumat, 31 Juli 2026 tersebut, dipaparkan secara jelas bagaimana sinergi antara holding BUMN pariwisata dan berbagai pemangku kepentingan dapat berjalan selaras. Peningkatan konektivitas layanan, pelibatan ribuan SDM lokal dari NTB, serta promosi berkelanjutan melalui ajang balap internasional seperti MotoGP terbukti menjadi fondasi penting. Melalui langkah-langkah terukur ini, InJourney optimistis dapat terus menjadikan sektor pariwisata sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.






