Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan jual setelah ditutup melemah 0,38% ke level 6.436,85 pada perdagangan Rabu (16/9). Di tengah pergerakan indeks tersebut, dinamika pasar modal diramaikan oleh sentimen global, arus keluar modal asing, serta sejumlah kabar korporasi emiten yang memengaruhi rekomendasi saham hari ini seperti INCO, AGII, MITI, hingga DPUM.
Pelemahan IHSG pada sesi sebelumnya diwarnai oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp592,05 miliar di pasar reguler, atau mencapai Rp624,72 miliar jika memperhitungkan seluruh pasar. Tekanan ini memperpanjang tren keluarnya dana asing dari pasar modal domestik selama enam hari perdagangan berturut-turut, dengan total arus keluar (foreign outflow) menembus Rp3,38 triliun di pasar reguler dan Rp4,39 triliun di seluruh pasar.
Secara sektoral, penurunan terdalam dipimpin oleh sektor infrastruktur yang merosot 1,39%. Sebaliknya, sektor industrial mampu menahan tekanan lebih lanjut dengan mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 0,91%. Dari pasar global, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat turut ditutup melemah; Dow Jones terpangkas 1,21% ke level 51.461, S&P 500 turun 0,45% ke 7.551, dan Nasdaq bergerak relatif datar dengan pelemahan tipis 0,01% ke level 25.978.
Bursa Mineral ICOMEX Bakal Dibentuk Hari Ini, Beroperasi 4 Januari 2027

Update Kinerja dan Aksi Korporasi Emiten
Di samping pergerakan saham seperti INCO, MITI, dan DPUM, beberapa emiten utama merilis perkembangan operasional dan aksi korporasi terbaru:
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memperluas ekspansi layanan rekayasa (engineering) dan otomasi manufaktur ke Filipina. Perusahaan telah mengirimkan sejumlah mesin industri dari fasilitas produksinya di Karawang untuk mendukung operasional entitas anak, Astra Otoparts Philippines. Langkah ini didukung oleh pertumbuhan pasar kendaraan roda dua di Filipina yang naik 3,58% secara tahunan (YoY) menjadi 939.528 unit hingga Juni 2026, setelah membukukan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 7,50% sepanjang 2020–2025.
The Fed Naikkan Suku Bunga, Bursa Asia Kompak Menguat

PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melaporkan kemajuan proyek tambang emas bawah tanah di Poboya, Palu. Pembangunan portal tambang telah rampung dan pengerjaan terowongan telah menembus lebih dari 975 meter pada kedalaman sekitar 140 meter. BRMS menargetkan shaft ventilasi kedua selesai pada paruh pertama 2027. Melalui anak usahanya, Citra Palu Minerals (CPM), penambangan bijih berkadar lebih dari 3,2 gram emas per ton diproyeksikan mulai beroperasi pada pertengahan 2027. Selain itu, BRMS merencanakan ekspansi kapasitas pabrik pengolahan dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari, serta membangun satu pabrik baru berkapasitas 2.000 ton per hari. Perseroan juga menyelesaikan kegiatan pushback di Poboya pada Juli 2026 untuk menggenjot produksi tambang terbuka di paruh kedua 2026, serta mengoperasikan empat unit bor di Cabang Kiri East, Gorontalo, yang akan ditambah menjadi tujuh unit tahun depan.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan agenda pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp500 miliar yang bersumber sepenuhnya dari kas internal. Per 30 Juni 2026, total ekuitas perseroan berada di posisi Rp25,76 triliun, sehingga nilai buyback tersebut setara dengan sekitar 1,94% dari ekuitas. Pelaksanaan buyback dijadwalkan berlangsung mulai 17 September hingga 17 Desember 2026. Aksi korporasi ini diperkirakan memangkas pendapatan bunga sekitar Rp8,40 miliar, namun meningkatkan laba per saham (EPS) proforma menjadi Rp81,44 dibandingkan Rp80,51 pada tahun buku 2025.






